Pendidikan & Kesehatan

Masjid Al – Khalid Kediri Sediakan Wifi Gratis dan ATM Beras

Kediri (beritajatim.com) — Masjid Al -Khalid yang ada di Kota Kediri diresmikan, pada 25 Januari 2019 lalu. Luas area masjid di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri ini secara keseluruhan mencapai 1.800 meter persegi.

Tidak hanya berupa bangunan peribadatan, disini juga sedang dalam tahap proses pembangunan tempat pendidikan Alquran.

Setiap hari jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah salat di masjid ini cukup banyak. Mereka berasal dari lingkungan sekitar dan wilayah lain. Namun ada yang menarik dan unik di Masjid Al-Khalid ini, karena pihak takmir menyediakan layanan wifi gratis, kulkas mesin ATM beras yang diperuntukkan bagi khaum dhuafa atau bagi warga yang membutuhkan.

“Mesin ATM beras ini programnya Masjid Al Khalid, menjelang bulan Rajab ini kita persiapkan. Terutama untuk membantu masyarakat yang ada di lingkungan sekitar masjid yang tidak mampu, kita beri beras sesuai dengan kapasitas yang ada,” kata Slamet, Jumat(8/3/2019).

Slamet menambahkan, Mesin ATM Beras ini merupakan bantuan dari Alumni SMA Negri 2 Kota Kediri dan juga pengelola masjid. Sistem kerjanya, masyarakat yang dianggap kurang mampu didata, kemudian diberi kartu untuk mengambil beras di mesin ATM tersebut. Jumlah beras yang diberikan tergantung jumlah kapasitas yang ada di mesin ATM.

Baca Juga:

    “Masing masing sesuai isi yang ada di ATM ini. Kalau ini kekuatanya 2 kwiantal. Jika yang terdaftar kemarin sudah 60 orang, mulai hari ini diberi jatah 2 liter (1 kilo lebih mendekati dua kilo),” tambah mantan Kapolsek Kandat Kediri ini.

    Slamet mengaku, beras yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu tersebut, merupakan bantuan dari seseorang yang tidak mau disebutkan namanya. Kartu ATM beras ini dapat digunakan selamanya tergantung teknisinya nantinya. Beras bisa diambil ke mesin ATM, setiap satu minggu sekali.

    Pihak Takmir sudah menyiapkan 500 kartu ATM beras. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan beras, ATM ini juga bisa digunakan para jamaah yang ingin berinfaq dengan memasukan uang ke mesin.

    “Untuk infaq bisa dimasukan ke dalam mesin ATM ini. Kemudian kalau dari donatur bila ingin menymbang beras bisa kita tampung, nanti dimasukan ke mesin ATM beras. Tidak ada ukuran, karena seikhlasnya,” papar Slamet.

    Ide penempatan mesin ATM beras di masjid ini muncul dari gagasan pendiri Masjid Al – Khalid bernama Ari Wibowo. Bagi siapapun jamaah yang selesai mengerjakan salat bisa memanfaatkan layanan wifi gratis. Para jamaah bisa berselancar di dunia maya dengan mengetik pasword berupa kalimat ajakan sholat ‘ayo salat’.

    Tujuan dari pemberian fasilitas layanan wifi serta pemberian air minum secara gratis dengan mengambil sendiri di kulkas, semata-mata hanya untuk memberikan motivasi berupa ajakan kepada masyarakat agar mau datang ke masjid untuk menunaikan salat secara berjamah.

    Selain itu, bagi jamaah yang merasa haus, bisa mengambil air minum mineral yang sudah disediakan oleh pihak takmir masjid. “Wifi ini untuk merangsang adik-adik kita biar ikut memakmurkan masjid, agar ikut salat berjamaah di masjid,” jelasnya. Setelah salat jumat selesai, para jamaah juga diberikan nasi bungkus secara cuman cuma. [nng/ted].

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar