Pendidikan & Kesehatan

Masa Depan IKIP PGRI Suram

Jember (beritajatim.com) – Masa depan eksistensi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) suram. Maka lembaga tersebut harus segera beradaptasi menjadi universitas.

“Saya yakin IKIP suatu ketika akan merosot, ketika guru-guru sudah boleh dari lulusan non-IKIP. Sekarang guru boleh berasal dari lulusan non-IKIP. Saya berpikir, lama-lama IKIP akan tergerus,” kata Rektor IKIP PGRI Jember Mohammad Fadil Djamali, usai acara wisuda di Gedung Serba Guna, Kabupate Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).

Menghadapi prospek suram ini, Fadil tengah mengajukan perubahan status IKIP PGRI Jember menjadi Universitas Sains dan Teknologi PGRI Jember. Saat ini pihaknya tengah melengkapi sejumlah dokumen yang diminta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

IKIP PGRI Jember diminta memberikan laporan audit keuangan yang bersifat publik. “Kami sudah lakukan untuk audit selama tiga tahun. Tinggal tahun 2017 dan 2018. Insya Allah akan kami ajukan lagi,” kata Fadil.

Di luar persyaratan hasil audit, IKIP PGRI Jember juga melengkapi persyaratan aspek jumlah dosen dan program studi maupun mahasiswa. Apalagi Peraturan Menristekdikti Nomor 51 Tahun 2018 dinilai Fadil menguntungkan perguruan tinggi swasta yang ingin beralih status.

“Kalau dulu syaratnya harus memiliki enam dosen setiap program studi. Sekarang cukup lima orang. Itu pun dosen tetapnya boleh tiga orang. Sisanya boleh pinjam,” kata Fadil. IKIP PGRI Jembet memiliki 179 dosen dan sekitar 4.300 orang mahasiswa.

Jumlah program studi untuk syarat peralihan status menjadi universitas juga dikurangi. Menurut Fadil, kini cukup ada minimal tiga program studi eksakta dan dua program studi sosial. “Saat ini IKIP PGRI Jember sudah memiliki sembilan program studi sosial dan sedang mengajukan tujuh program studi eksakta dan satu program studi sosial,” kata Fadil.

IKIP PGRI Jember belum memiliki program studi eksakta. “Semua tergabung dalam rumpun pendidikan. Jadi walau pun ada program studi pendidikan matematika dan biologi, masuk ke rumpun pendidikan. Jadi masuk rumpun sosial,” kata Fadil.

Selain prodi manajemen, bulan IKIP PGRI Jember mengusulkan penambahan tujuh prodi eksakta ke pemerintah pusat. Dua program studi masuk dalam Fakultas Teknik, yaitu teknologi lingkungan dengan konsentrasi lingkungan pesisir dan teknik geomatika.

Sementara untuk sains, IKIP PGRI Jember mengusulkan pendirian program studi budidaya perairan, fisika, biologi dengan konsentrasi biologi laut, statistika, dan matematika. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar