Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UMM Sulap Kampung Ini Jadi ‘Sarang Dinosaurus’

Malang (beritajatim.com) – Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tak ada habisnya. Setelah sukses menyulap kampung kumuh di bantaran sungai Brantas jadi destinasi wisata yang dikenal dunia, yakni Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), kini giliran Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau bernuansa ‘Sarang Dinosaurus’.

Aksi yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) ‘Prospero’ Program Studi Ilmu Komunikasi UMM ini membuat ajang The Tempenosaurus Mural Art Competition selama 3 hari, 11 sampai 13 Januari lalu. Kompetisi mural diikuti 28 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang Raya ikut ambil bagian.

Ketua kelompok Prospero, Sherly Amalia Arif mengatakan, sebelum launching Kampung Hijau 24 Februari nanti, berbagai agenda digagas. “Salah satunya kompetisi mural ini. Lomba mural merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau,” katanya, Senin (14/1/2019).

Tema yang diangkat yakni seputar purbakala, dinosaurus, dan bunga matahari. Untuk para pemenang, panitia menentukan 3 peringkat juara. Juara Pertama dengan hadiah Rp 2 juta, juara 2 Rp 1,5 juta dan juara 3 berhak meraih Rp 1 juta. Hadiah diberikan bersamaan dengan peluncuran Kampung Hijau.

Semua kegiatan terselenggara atas kerjasama antara Prodi Ilmu Komunikasi UMM, produsen cat PT. Indana, serta Jatim Park Group. Tema ini diangkat, sambung Sherly, lantaran sesuai dengan identitas Kampung Hijau yang lokasinya berdekatan dengan Jawa Timur Park 3.

“Objek wisata ini memiliki wahana Dino Park dan bunga Matahari warna kuning, sehingga kontras Kampung Hijau,” paparnya.

Selain kompetisi mural, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memproduksi tempe berbagai bentuk. Tujuan keberadaan Kampung Hijau, lanjutnya, juga untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji

“Selain kompetisi mural dan pelatihan membuat tempe, ada pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata. Ada juga kegiatan menciptakan lagu jingle Kampung Tempe Beji,“ tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar