Pendidikan & Kesehatan

Manfaatkan Potensi Daerah Payungrejo

Mahasiswa UMM Olah Bekatul Jadi Brownies Lezat

Mojokerto (beritajatim.com)– Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) mengajari warga Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto cara membuat Brownies dari bekatul. Kreasi Brownies bekatul ini nyatanya sukses menarik minat puluhan ibu-ibu Desa Payungrejo.

Kegiatan ini dikemas dalam acara penyuluhan kewirausahaan: Manfaat Bekatul Bagi Kesehatan dan Demo Masak Brownies Kukus Bekatul oleh Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Kelompok 59 dari UMM, Kamis (25/7/19).

Acara yang dimulai sejak pagi ini diisi dengan pemaparan manfaat bekatul bagi kesehatan oleh Rita Anggriani, STP. MP. MSc, salah satu Dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM. Kemudian, dilanjutkan dengan demo memasak brownies dari bekatul yang diikuti oleh seluruh peserta.

Warga Desa Payungrejo nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Jarang dijumpai memang, bekatul yang biasa digunakan untuk pakan ternak ternyata bisa menjadi bahan utama dari brownies.

Saat ditemui, Miqdad Zaky selaku Wakordes (Wakil Koordinator Desa) Kelompok 59 mengungkapkan, ide pemanfaatan bekatul tersebut muncul karena banyaknya petani padi di daerah Payungrejo yang ternyata minim pengetahuan tentang manfaat bekatul.

“Setelah teman-teman melakukan riset dan diskusi, kita berfikir untuk memanfaatkan potensi padi daerah Payungrejo, kami rasa disini belum ada yang memanfaatkan bekatul sebagai bahan utama makanan seperti brownies,” ungkap Miqdad.

“Ini memang resep brownisnya dari kita sendiri, setelah melakukan beberapa percobaan akhirnya ditemukan kompisisi yang pas, ya semoga nantiya brownies bekatul ini bisa menjadi oleh-oleh khas Desa payungrejo. Selain itu, diharapkan bisa melatih ibu-ibu agar lebih kreatif dan mandiri,” tambahnya.

Disisi lain, Yohana Puspitasari Wardoyo. S. H., M. H selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 59 sangat mengapresiasi kreatifitas para mahasiswa. Pasalnya, mereka bisa memanfaatkan bahan-bahan yang kurang bernilai menjadi lebih bernilai. Poin penting lainnya adalah, lanjut Yohana,  kehadiran mahasiswa UMM  bisa memberikan manfaat bagi warga Desa Payungrejo.

Penyuluhan ini juga memberikan kesan baik kepada warga Payungrejo khususnya ibu-ibu. Mereka sangat senang dengan adanya acara tersebut. Selain bisa belajar tentang manfaat bekatul mereka juga bisa secara langsung belajar membuat brownies berbahan utama bekatul.

“Senang, ini kan nanti biasa buat belajar di rumah bikin brownies. Ya, kalau ada modal pingin juga jual brownies bekatul,” jelas Fitri warga asli Payungrejo. [lis/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar