Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Keluhkan Skema Baru Pembayaran Uang Kuliah, Ini Tangapan Rektor Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Ramai dan jadi kebingungan mahasiswa dan orang tua wali terkait skema atau sistem pembayaran biaya pendidikan baru di Universitas Airlangga yang berbeda dengan tahun sebelumnya, Rektor UNAIR pun segera menanggapi hal tersebut agar tidak terjadi salah informasi.

Rektor UNAIR Prof Nasih didampingi Wakil Rektor I UNAIR Prof Djoko Santoso, Direktur Keuangan Dr Ardianto, dan Direktur Kemahasiswaan Dr Hadi Subhan.

Bertempat di ruang sidang pleno, Rabu (24/4/2019). Prof Nasih memberikan beberapa paparan dihadapan puluhan perwakilan mahasiswa yang hadir untuk audiensi pun mengatakan bahwa ada perbedaan sistem uang kuliah merupakan penyesuaian dari pihak Universitas.

Pada dasarnya tetap mengunakan sistem UKT dan adanya sistem UKA dan UKS merupakan mekanisme tambahan dari Universitas untuk memberikan kemudahan agar orang tua mahasiswa dalam membayar biaya pendidikan karena bisa membayar sebagian besar beban biaya kuliah di awal, sehingga biaya per semesternya bisa lebih ringan.

UNAIR pun menerapkan UKT dengan klasifikasi golongan UKT 1 sampai 4 dengan mempertimbangkan untuk membantu kelompok kurang mampu dengan subsidi silang dari kelompok yang lebih mampu.

UKT ditetapkan dengan kisaran sebagai berikut, sesuai dengan golongannya;
a. UKT 1 pada kisaran Rp. 0 s/d 2,4 juta per semester.
b. UKT 2 pada kisaran Rp. 4 juta s/d 10 juta per semester.
c. UKT 3 pada kisaran Rp. 6 juta s/d 15 juta per semester.
d. UKT IV pada kisaran antara 9 juta s/d 25 per semester.

Khusus untuk UKT 4 tersebut orang tua calon mahasiswa baru diberikan pilihan memilih pembayaran dengan ketentuan dapat melakukan pembayaran disetarakan UKT 3. Namun, wajib membayar selisihnya (dengan asumsi 8 semester kuliah) diawal semester (dikategorikan IVB dengan mekanisme pembayaran UKA dan UKS).

Dengan contoh UKT Golongan 4 sebesar Rp 10.000.000 persemester tetapi karena dirasa terlalu berat tiap semesternya, maka mahasiswa golongan 4 tersebut boleh membayar UKT yang sama seperti golongan 3 atau sebesar Rp 5.000.000 persemesternya tapi harus membayar sisa biaya pendidikannya diawal. UKA adalah sisa biaya pendidikan yang harus dibayar diawal dan UKS adalah biaya persemester yang telah disesuaikan.

Dengan demikian UKT 4 ada 2 jenis yaitu:
a. UKT IV A dengan pembayaran sesuai tarif normal UKT IV
b. UKT IV B dengan model pilihan yang telah dijelaskan di atas (UKA dan UKS)

Untuk saat ini rekap penetapan UKT untuk mahasiswa jalur SNMPTN 2019 di UNAIR pun sebagai berikut;
UKT 1 sejumlah 448 mahasiswa (27persen)
UKT 2 sejumlah 640 mahasiswa (38persen)
UKT 3 sejumlah 448 mahasisswa (27persen)
UKT 4 sejumlah 142 mahasiswa (8persen)

Menurut pihak universitas dari data di atas dapat dilihat bahwa yang kena UKT 4 hanya 8 persen dan yang belum melakukan proses pembayaranpun hanya 15 calon mahasiswa baru.

“Dari data tersebut kan bisa dibaca bahwa dari golongan 4 mayoritas telah membayar,” ujar Prof. Joni.

Mengenai pertentangan antara peraturan Rektor dengan Dikti, pihak Universitas tidak merasa ada yang melanggar mengenai peraturan karena tentunya semua sudah dikaji sebelum membuat kebijakan. Pihak Universitas pun mengatakan bahwa jika ada mahasiswa yang keberatan dalam penempatan golongan tertentu, bisa mengajukan pengalihan ke golongan yang lainnya secara mandiri dan ditujukan langsung kepada Direktur Keuangan serta akan melalui mekanisme verifikasi.

Selain itu bagi Golongan 4 pengajuan pencicilan biaya UKA pun juga bisa dilakukan. UNAIR pun memberikan kesempatan pengajuan keringanan penurunan UKT selama masa studi, jika terdapat data yang mendukung. Misal, jika orang tua pensiun atau meninggal dunia atau sebab lain yang menyebabkan kemampuan membayar mengalami hambatan.

“Ingat, untuk kondisi tertentu, UKT kelompok tinggi sekalipun bisa turun jika kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa menurun. Tentu dengan prosedur yang sudah berlaku. Sekali lagi, kami tidak ingin ada mahasiswa yang gagal kuliah hanya karena biaya,” pungkas Rektor. [adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar