Pendidikan & Kesehatan

Program Mahasiswa Mengabdi 2019

Mahasiswa Bersama Dinas PMPTSP Pamekasan Beri Penyuluhan Perizinan

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pemkab Pamekasan, memberikan penyuluhan seputar perizinan bagi warga Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Minggu (21/7/2019).

Kerjasama tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan proses perizinan usaha, terlebih selama ini banyak para pengusaha mikro maupun pengusaha kecil di desa setempat, sebagian besar belum memiliki izin usaha, terlebih karena belum mengetahui cara pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan alias SIUP.

“Penyuluhan ini sengaja kami lakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan proses perizinan usaha bagi warga, sebab disini terdapat pengusaha yang sebagian di antaranya belum memiliki SIUP. Sehingga kami bersama rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 20 PKN (Perkuliahan Kerja Nyata) IAI Al-Khairat Pamekasan, berinisiatif menggelar kegiatan ini bersama dinas terkait,” kata Ketua Kelompok PKN 20, Helmiyadi.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab mahasiswa yang tengah menjalani program ‘Mahasiswa Mengabdi’ juga sudah melakukan observasi dan wawancara secara langsung ke sejumlah pemilik usaha di desa setempat. Sehingga mereka program penyuluhan dinilai sangat tepat demi memberikan pemahaman bagi warga, khususnya para pengusaha seputar pentingnya sektor perizinan.

“Melalui kegiatan ini tentu kami berharap agar kedepan para pengusaha di desa Panaan, mulai sadar akan pentingnya izin dalam dunia usaha. Apalagi dalam proses pengurusan izin usaha juga gratis dan tidak dipungut biaya, khususnya untuk jenis usaha mikro,” ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ESY).

Sementara narasumber penyuluhan, Arif Rahmansyah mengapresiasi gagasan mahasiswa yang memberikan penyuluhan bagi masyarakat seputar pentingnya perizinan dalam dunia usaha. “Sebelumnya kami sampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang memberikan panggung bagi kami untuk memberikan sosialisasi pentingnya perizinan dalam dunia usaha,” kata Arif.

“Selama ini memang banyak para pengusaha di Pamekasan, yang belum mengantongi izin usaha. Sehingga melalui penyuluhan ini kami juga bisa mensosialisakan proses perizinan usaha, khususnya bagi para pengusaha yang ada di Desa Panaan, Palengaan,” sambung pria yang juga tercatat sebagai¬† pejabat di Dinas PMPTSP Pamekasan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan proses pengurusan izin usaha relatif mudah. Apalagi saat ini juga sudah diterapkan melalui sistem online atau berbasis digital. “Syarat untuk mengurus perizinan ini sebenarnya mudah, di antaranya cukup menyetorkan jenis usaha, NPWP dan email. Seluruhnya juga bisa di download melalui App Store,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berharap melalui program penyuluhan tersebut, nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa memahami pentingnya perizinan dalam bidang bidang usaha. “Melalui kegiatan ini kami berharap nantinya para pengusaha tidak malas lagi untuk mengurus izin usaha, apalagi kalau usaha mikro gratis dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tercatat sekitar 200 pengusaha di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam justru tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) lokasi usaha. Kondisi tersebut mengakibatkan mereka kesulitan saat mengurus sejumlah administrasi penting lainnya, padahal perizinan amat penting sebagai bukti legalitas usaha,

Sedangkan para pengusaha yang terhambat mengurus IMB, terdiri dari usaha industri, perdagangan, dan pariwisata. Sekalipun di antara mereka hingga saat ini sebagian sudah ada yang belum menjalankan usaha, sebagian juga ada yang sudah berjalan.

Saat ini proses pengurusan berbagai administrasi perizinan diberlakukan di dua lokasi publik berbeda, selain di Kantor Pemkab Pamekasan di Jl Jokotole, juga diterapkan di kompleks Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jl Raya Panglegur. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar