Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Berdayakan Masyarakat Melalui Singkong

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ESY) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, memberdayakan masyarakat Desa/Kecamatan Kadur, melalui produk singkong menjadi tiga kemasan berbeda.

Pemberdayaan tersebut dilakukan dalam program Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV Berbasis Paeticipatory Action Research (PAR) 2019, sekaligus menggali potensi desa demi memberdayakan masyarakat melalui sektor ekonomi.

“Melalui program mahasiswa mengabdi ini, kami berinisiatif untuk menemukan potensi desa yang bisa kami gali. Salah satunya melalui survei hingga wawancara dengan masyarakat di desa setempat, sehingga kami memilih program melalui pemberdayaan singkong,” kata Ketua Kelompok 5 Desa Kadur, Siti Azizah, Jum’at (2/8/2019).

Pemilihan buah singkong sebagai program prioritas dinilai sesuai dengan karakter desa setempat, sebab dari 12 dusun tersebar di kecamatan Kadur, seluruhnya merupakan penghasil singkong. Sekalipun terbanyak hanya di dua hingga tiga dusun berbeda.

“Sebenarnya tanaman singkong terdapat di semua dusun di Desa Kadur, hanya saja yang terbanyak tercatat di tiga dusun berbeda. Sehingga sangat perlu untuk diberdayakan demi menunjang sektor ekonomi masyarakat desa,” ungkapnya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pemilihan singkong relatif lebih mudah dan efisien. Sehingga sangat penting untuk diberdayakan. “Jadi selama ini, keberadaan singkong hanya dijadikan kripik singkong dengan kemasan tradisional. Bahkan dijual melalui cara kiloan atau satu ikat dengan harga relatif murah,” jelasnya.

“Dari itu, kami mencoba dan menggagas olahan singkong dengan kemasan berbeda. Salah satunya seperti produk singkong yang kami kemas, yakni stikong (stik singkong) sinkej (singkong keju) krip dong (kripik daun singkong),” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya berharap nantinya produk tersebut bisa menjadi gambaran bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan potensi singkong.

“Selama ini kami intens memberikan pendampingan bagi masyarakat untuk produk ini, apalagi didukung dengan keberadaan singkong yang cukup melimpah. Sehingga dibutuhkan sedikit inovasi untuk memamerkan produk serupa dalam kemasan berbeda,” harapnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar