Pendidikan & Kesehatan

LP Maarif Kabupaten Malang Usulkan Aswaja Jadi Buku Mapel di Sekolah

Malang (beritajatim.com) –
Guna menangkal radikalisme sejak dini, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Malang, mengusulkan agar Aswaja, menjadi buku ajar atau buku mata pelajaran sekolah (Mapel) di seluruh Indonesia.

Ketua LP Maarif PCNU Kabupaten Malang, Dr.Hasan Abadi, Senin (11/2/2019) memaparkan, radikalisme yang mengarah pada kekerasan seringkali muncul karena kurangnya pemahaman atau kurangnya pengetahuan terkait bahayanya hal tersebut bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Terkait dengan hal itu, sebagai wujud nyata untuk menyemai moderasi, wasathiyyah, antiradikalisme di Indonesia maka perlu mata pelajaran yang bisa secara khusus membahas dan menguatkan pentingnya moderasi dan antiradikalisme di Indonesia. Khususnya dalam sikap, pikiran dan perilaku berkehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia,” tegas Hasan Abadi.

Mata pelajaran tersebut, lanjut Hasan, bisa berupa ciri khas moderasi dan antiradikalisme yang sudah diajarkan disekolah ataupun madrasah tertentu selama ini.

“Seperti mata pelajaran Ahlussunnah Waljamaah atau Aswaja yang diajarkan dan dipraktikkan di sekolah atau madrasah dilingkungan Nahdlatul Ulama. Yang terbukti secara kongkrit kemudian dengan kuatnya sikap, pikiran, dan perilaku moderat dan anti radikalisme dilingkungan Nahdlatul Ulama,” terang Hasan.

Pemerintah RI melalui Kemendikbud RI dan Kemenag RI bisa mengadopsi keberhasilan Nahdlatul Ulama dalam membentuk, menguatkan, dan melestarikan sikap, pikiran dan perilaku moderasi dan antiradikalisme dengan mengambil kebijakan untuk memberikan tambahan mata pelajaran tersebut dilingkungan Sekolah atau Madrasah baik secara wajib, pilihan maupun ekstra.
Atau setidaknya, memberikan peluang kepada pemerintah daerah untuk bisa bebas memberikan mata pelajaran Ahlussunnah Waljamaah tersebut melaui dinas atau kantor terkait.

“LP maarif Kabupaten Malang, juga memohon kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian Agama RI supaya mata pelajaran Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) bisa masuk mata pelajaran yang bisa menjadi laporan maupun evaluasi kinerja guru kelas ataupun guru mata pelajaran,” Hasan mengakhiri. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar