Pendidikan & Kesehatan

Lewat UCE, Uinsa Hadirkan Konsep Unggulan

Surabaya (beritajatim.com) – Universutas Negeri Sunan Ampel (Uinsa) menggelar Uinsa Campus Expo (UCE) 2019, Rabu (6/3/2019). Dalam Pembukaan acara, Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menuturkan, nama UCE yang digunakan pada kegiatan ini sejalan dengan kekuatan Uinsa yang mengedepankan konsep University-Community Engagement (UCE).

“Sehingga Uinsa di sini hadir untuk menjalin hubungan dengan peradaban masyarakat sekitar untuk menuju peradaban dunia,” ungkap Ketua Panitia yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi Uinsa.

Evi juga mengatakan, pada kegiatan ekspo kampus yang baru pertama kali diselenggarakan dengan mengusung tema “Menuju Peradaban Dunia” ini, diikuti 22 stan pameran. Terdiri dari 9 stan fakultas, 1 pascasarjana, 7 unit, 2 biro, dan 2 lembaga yang dimiliki Uinsa.

“Stan yang meramaikan pameran ini menampilkan berbagai karya dan keunggulan masing-masing bagian yang menjadi citra UIN Sunan Ampel Surabaya,” ungkap Evi. Selain itu, desain stan yang digunakan, menurut Evi, menggunakan warna yang diambil dari warna pada logo Uinsa, yakni hijau, kuning, dan putih.

Sementara itu, Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA, Ph.D., menyampaikan, konsep UCE yang sejalan dengan keunggulan kampus merupakan temuan yang luar biasa. Rektor juga mengapresiasi karya serta menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama berbagai pihak, dalam acara yang melibatkan pimpinan hingga mahasiswa.

“Terima kasih atas temuan luar biasa dari Uinsa Campus Expo, U-C-E, yang bisa sejalan dengan konsep unggulan kampus kita, University-Community Engagement,” tutur Prof. Masdar.

Prof. Masdar juga menyampaikan bahwa Uinsa bukan kampus yang baru berdiri, tetapi merupakan bentuk transformasi dari IAIN Sunan Ampel Surabaya. “UIN Sunan Ampel Surabaya telah meninggalkan legacy dan history. Kita sudah berdiri sejak 1961, dan telah melahirkan lebih dari 43.000 alumni,” ungkapnya.

Kegiatan ekspo ini, dikatakan Prof. Masdar, sekaligus menjadi ajang aktualisasi Uinsa pada visitasi asesor Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Untuk itu, rektor berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi mempertunjukkan kepada asesor bahwa UINSA mampu mendapatkan penilaian terbaik. “Kita memang belum menjadi kampus yang sempurna, tapi kita harus mengidealkan untuk menjadi kampus yang sempurna,” tuturnya.

UCE 2019, menurut rektor, juga menjadi energi positif bersama yang diwujudkan Uinsa sebagai rasa syukur atas warisan dan sejarah almamater kampus yang telah dibangun sejak lama. “Jadi mohon maaf, sebenarnya Uinsa tidak perlu mengiklan. Di sini saya berharap kita semua bisa menampilkan yang terbaik sehingga Uinsa bisa mendapatkan penilaian terbaik,” pungkas Prof. Masdar. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar