Pendidikan & Kesehatan

Ledakan Kasus DBD Diperkirakan Terjadi di Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Yuliono menyatakan, bahaya serangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya akan memuncak hingga Maret-April 2019 mendatang.

Yuliono menjelaskan, kasus demam berdarah di wilayahnya diprediksi akan terus bertambah seiring pesatnya erkembangbiakan nyamuk. Bahkan pihaknya memprediksi akan terjadi ledakan kasus DBD yang berpotensi pada kematian.

“tahun ini diperkirakan akan terjadi ledakan kasus. Kalau tahun 2018 lalu itu masih belum masuk ke puncaknya,” terangnya, Jumat (15/2/2019).

Lebih lanjut Yuliono menjelakan, tahun ini masuk perhitungan siklus lima tahunan DBD yang puncaknya akan terjadi pada Maret-AprilĀ 2019 mendatang. Selain itu, potensi kematian penderita DBD saat ini disebabkan terjadi siklus berulang penjangkitan DBD.

Semisal, lanjutnya, meski tahun lalu seorang pasien DBD bisa disembuhkan, namun apabila pasien tersebut terjangkit DBD kembali, maka pasien itu berpotensi terjangkit siklus DBD berulang yang efeknya menyebabkan lebih parah dari kasus DBD sebelumnya, bahkan menimbulkan kematian.

“Infeksi berulang ini yang paling berbahaya, karena nanti akan melalui fase kritis. Kalau Dangue klasik seminggu bisa sembuh, DBD siklus berulang ini biasanya lebih parah karena pasien bisa mengalami pendarahan, shok, muntah dan lainnya. Nah prediksinya itu akan terjadi tahun ini,” imbuhnya.

Namun demikian, pihaknya bersama seluruh puskesmas telah berupaya melakukan sejumlah pencegahan seperti Fogging, pemberantasan PSN, pemberian abatil, sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, serta mempersiapkan kebutuhan cairan di RSUD setempat.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar