Pendidikan & Kesehatan

Kurikulum Pendidikan Ala Nadim, Ini Komentar Dindik Jatim

Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai perwakilan dari generasi muda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim punya cara tersendiri yang tidak konvensional dalam upaya melesatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Upaya itu dengan resistemasi kurikulum. Nadim ingin kurikulum pendidikan di Indonesia menjadi lebih fleksibel dan menjadi wadah atau ruang lingkup bagi seluruh kemajemukan yang ada. “Hal-hal yang kita lakukan, menstandardisasi, akan ada dampak buruk. Enggak bisa satu standar atau satu cara,” ucap Nadiem di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Beberapa upaya fleksibilitas ini juga termasuk menyederhanaan mata pelajaran dan sistem kredit semester (SKS) untuk SMK. Terkait wacana kebijakan hulu ini, Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono mengatakan bahwa Jatim memahami adanya dan perlunya perubahan kurikulum.

“Jatim memahami bahwa kurikulum itu selalu berubah dan saya kira untuk merubah ini perlu tahapan,” ujar Hudiyono kepada beritajatim.com, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, membuat kurikulum yang fleksibel itu dibutuhkan karena kemampuan anak didik yang heterogendan bervariasi. Oleh karenanya dengan sistem SKS anak didik bisa menyesuaikan kemampuannya dan menjadi lebih terpacu untuk belajar. “Bagus bisa cepat lulus dengan kemampuan perkembangan ilmunya dan anak jadi lebih terpacu,” katanya.

Di Jatim sendiri, menurut Hudiyono, pendidikan SMK menjadi prioritas. Siswa SMK selain belajar juga diberikan tambahan dan pendalaman skill khusus yang mendapat sertifikat setara dengan D1 dan D2 Perguruan Tinggi. Untuk tingkat SMA, pihaknya telah mencoba beberapa kali menggunakan model kurikulum SKS ini.

Selain itu, pemadatan mata pelajaran juga dinilai menjadi langkah yang baik. Selain adaptif, mata pelajaran memang harus di kategorikan. Menurutnya, mata pelajaran dasar harus dikuatkan sedang mata pelajaran lanjutan harus memiliki kualifikasi tersendiri.

Ia juga menilai, bahwa perubahan kurikulum haruslah seusai dengan kaidah pembuatan kurikulum. Desain kurikulum sudah dilakukan desain itu adalah kaidah pembuatan kurikulum, yakni mencakup: membaca mendengar menulis menganalisa mempraktekkan.

“Selama pelaksanaan kaidah pengembangan kurikulum itu terpenuhi tidak masalah, misalnya ada mata pelajaran yang terlalu overload bisa dipadatkan. Kurikulum harus berkembang karena menyesuaikan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar