Pendidikan & Kesehatan

Konferensi Keperawatan UNAIR Fokus Tingkatkan Kesiapan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi tuan rumah The 10th International Nursing Conference (The 10th INC 2019) pada 6-7 April 2019. Konferensi skala internasional tersebut bertempat di Ballroom Hotel Mercure, Surabaya. Tema konferensi kali ini adalah ‘Tropical Health and Coastal Region Development’.

Sebelum sidang berlangsung, dilakukan sambutan oleh Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) selaku Dekan Fakultas Keperawatan (FKP) Universitas Airlangga (UNAIR). Topik yang dibahas dalam Konferensi Keperawatan Internasional kesepuluh ini yaitu Tropical Health and Coastal Region Development yang mencakup permasalahan epidemologi, penurunan pangan, kesehatan, mikrobiologi, farmakologi, hingga penyakit tropis.

The 10th International Nursing Conference 2019 diselenggarakan sebagai bentuk keaktifan dari Fakultas Keperawatan (FKP) UNAIR dalam mencapai visi untuk mensukseskan World Class University (WCU). Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan tiga bidang utama yaitu akademik, publikasi penelitian, dan pertukaran pelajar.

The 10th INC 2019 menjadi salah satu strategi yang diimplementasikan oleh fakultas untuk meningkatkan standar publikasi. Prof. Nursalam berharap dari INC 2019 mampu berkontribusi terutama dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Prof. Nursalam menyebutkan bahwa saat ini FKP UNAIR sudah terakreditasi A untuk sarjana dan gelar master, terakreditasi oleh AUN (Asean University Network), dan sedang mempersiapkan akreditasi untuk ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics).

Pada pembukaan The 10th International Nursing Conference itu juga dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA yang diwakili Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., selaku Direktur Pendidikan UNAIR.

“UNAIR sangat berkomitmen dalam kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu kesehatan secara global. Oleh karena itu UNAIR berperan penuh dalam pengembangan masyarakat,” ujar Prof. Bambang.

Prof. Bambang menyatakan bahwa kita sedang berada dalam Revolusi Industri 4.0 yang artinya hal tersebut harus dipersiapkan untuk menghadapi disruption era of technology. Hal tersebut merujuk pada masalah medis dan kesehatan.
Dari disrupsi itu kita harus memiliki kemampuan untuk mengkombinasi digital domain fisik dan biologi, artificial intelligence, new material, big data, robotic, nanotechnology dan biotechnology, dan rekayasa genetik.

Dalam era disrupsi, Prof. Bambang menyampaikan bahwa kita akan menaruh perhatian pada perubahan yang terjadi dan mengatasinya dengan baik. Dalam masa itu Prof. Bambang percaya bahwa masyarakat pasti bisa bertahan dengan kondisi yang ada.

Terkait hal tersebut The 10th INC 2019 ditujukan untuk menghadapi perubahan dunia, yang nantinya akan menunjang organisasi, program study, dan lulusan UNAIR. The 10th INC 2019 juga bertujuan untuk meregenerasi dan menambah kontribusi terhadap kesehatan tropis dan pengembangan wilayah pesisir.

Prof. Bambang mengatakan harapannya terhadap pelakasanaan konferensi itu bahwa tidak hanya isu topik pada konferensi ini saja yang dibahas, melainkan juga memberikan lebih banyak perluasan untuk kepastian masalah kesehatan keperawatan dimasa depan.

Kolaborasi antara beberapa Universitas yang terlibat dalam konferensi itu akan terus berjalan hingga tahun-tahun berikutnya, sehingga melalui kolaborasi tersebut dapat menyempurnakan perspektif partisipan mengenai masalah kesehatan di era Revolusi Industri 4.0. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar