Pendidikan & Kesehatan

KLB di Ponorogo, Pasien DBD Cuma Dijatah Rp 1,85 Juta

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan mengucurkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah ini. Dana tersebut berasala dari dana on call atau dana tak terduga.

”Dana Rp 5 M itu untuk melakukan berbagai kegiatan, mulai dari fogging hingga pembiayaan rawat inap pasien demam berdarah,” kata Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono, Selasa (12/2/2019).

Meski demikian pasien rawat inap yang biayanya ditanggung Pemkab setempat harus dengan syarat dan ketentuan khusus.

Pemkab hanya menggratiskan pasien DB jika sudah dalam tahap dengue haemorrhagic fever (DHF) atau bahkan dengue shock syndrome (DSS).

Pemkab berdalih itu dilakukan karena mengacu pada standar yang ditetapkan Dinkes Jatim dan WHO (World Health Organization).

”Satu pasien ditanggung pemerintah sebesar Rp 1.850.000,- .Indeksnya memang segitu,” katanya.

Pemkab Ponorogo telah resmi menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah (DB) per 30 Januari 2019 lalu.

Dengan begitu Bupati Ipong Muchlissoni juga berharap rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan pelayanan. Status KLB demam berdarah ini berlaku untuk satu bulan sejak ditetapkannya.[end/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar