Pendidikan & Kesehatan

KLB Berakhir, Penderita DB di Ponorogo Tembus 754 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini

Ponorogo (beritajatim.com) – Serangkaian peristiwa mulai dari banjir sampai isu kiamat telah memalingkan keadaan bahwa Ponorogo masih dalam status KLB (kejadian luar biasa) Demam Berdarah.

Sejak ditetapkan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni pada akhir Januari 2019 sampai 30 hari masa KLB, jumlah penderita DB (demam berdarah) turun siknifikan. Namun Bupati Ipong kembali memperpanjang status KLB tersebut. Dengan pertimbangan, masyarakat yang terserang demam berdarah, biayanya bisa dicover pemkab.

“Setelah sempat diperpanjang per 15 Maret 2019, status KLB Demam berdarah saat ini berakhir,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Senin (18/3/2019).

Pada masa perpanjangan 15 hari itu, Irin sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kasus demam berdarah mengalami penurunan meski belum sampai nol. Bahkan 5 hari sebelum berakhir cuma ada satu atau dua kasus demam berdarah yang ditangani. “Jadi saat berakhir itu jumlah kasusnya sudah sangat sedikit,” katanya.

Hingga masa KLB berakhir, Irin menyebut total ada 754 penderita demam berdarah. Dari data itu nantinya akan diverifikasi untuk menentukan berapa jumlah penderita yang akan dibiayai oleh Pemkab Ponorogo. “Jumlah riilnya belum keluar, karena kami masih tahap verifikasi. Tapi yang pasti kurang dari 754 orang,” kata mantan Kepala Puskesmas Kauman ini.

Karena untuk lolos verifikasi, pihak rumah sakit harus memenuhi persayaratan yang telah ditentukan untuk mengeklaim biayanya. Semisal, syarat yang mendapat pembiayaan dari pemkab adalah warga Ponorogo.

Saat ini angka 754 pasien tersebut merupakan data penderita DB. Sehingga, yang dibiayai oleh Pemkab, berpotensi di bawah angka itu. Pasalnya, pasien DB yang menjalani perawatan di seluruh rumah sakit di Ponorogo, bukan hanya berasal dari bumi Reyog.

“Dengan berakhirnya status KLB demam berdarah, kedepan Pemkab dan masyarakat bisa bersinergi agar demam berdarah tidak hadir lagi di Ponorogo,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar