Pendidikan & Kesehatan

Kisruh Orangtua Kecewa Zonasi PPDB di Kota Malang

Malang (beritajatim.com) – Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur, di Jalan Anjasmoro, Kota Malang didatangi oleh puluhan warga yang kecewa karena kisruh zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online.

Rata-rata mereka mengeluhkan, anaknya tak diterima di sekolah pilihan dan mereka ingin mempertanyakan secara langsung penyebabnya. Sebab, sesuai aturan seharusnya putra-putrinya diterima di sekolah sesuai zonasi.

Deddy Irawan, warga Tajinan, Kabupaten Malang mengatakan, tiga hari datang ke kantor Cabdin tiga kali pula dirinya tak ditemui oleh Kepala Cabdin, Ema Sumiarti. Dia hanya ditemui oleh staf Cabdin dan diminta membuat surat pernyataan. Namun surat itu hanya berisi bahwa anaknya sudah mendaftar sesuai aturan tanpa kepastian anaknya diterima di SMAN 6 Kota Malang.

Sesuai sistem zonasi, rumahnya yang berjarak 5 kilometer bisa diterima di SMAN 6 Kota Malang. Malahan, katanya anaknya yang mendapat nilai UN sebesar 335,5 justru tersisihkan oleh nilai 282 dengan jarak rumah 5 hingga 7 kilometer dari sekolahan.

“Ini amburadul sistemnya, kemarin sempat down terus kembali bisa hari ini tapi tiba-tiba anak saya sudah tidak ada namanya di sekolah itu. Ini yang mau saya pertanyakan,” kata Deddy, Kamis, (20/6/2019).

Deddy mengaku tak akan menyerah begitu saja demi nasib putrinya. Ia berusaha mendapatkan jawaban atas masalah yang dialami anaknya dengan mendatangi SMAN 6 Kota Malang dan SMAN 1 Bululawang pilihan sekolah kedua, Dinas Pendidikan Kota Malang hingga Cabdin Pendidikan Jatim.

“Pertama saya ingin ketemu kepala Cabdin, katanya ke Surabaya rapat, hari kedua sakit, hari ketiga katanya ada acara. Saya mau mengadu ke DPRD jika tidak ada jawaban dan solusi,” ujar Deddy.

Hal serupa juga dirasakan oleh, Luvirgo dan Ravika. Orangtua dari Shiva, lulusan SMPN 24, memiliki nilai UN 316,5. Mereka ingin meminta penjelasan setelah sang anak tidak diterima di SMAN 1 dan SMAN 4 Kota Malang. Dia menganggap sistem zonasi bermasalah karena sempat dihentikan sementara dan baru normal di hari terakhir PPDB.

“Ada Kejanggalan sejak Rabu sore sistem down, baru Kamis tadi pagi bisa diakses lagi. Tapi data berubah semua. Kita minta kejelasan, bagaimana kelanjutan anak saya bisa sekolah,” tandas Luvirgo. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar