Pendidikan & Kesehatan

Kelompok KKNT Umsida Ajarkan Hidroponik dan Ecoprint ke Warga Penatarsewu Tanggulangin

Sidoarjo (beritajatim.com) – Peserta Kuliah Kerja Nyata Teknologi (KKN T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menularkan ilmu tentang ecoprint dan hidroponim kepada masyarakat dan para santri Ponpes An-Nur di Balai Desa Penatarsewu Kecamatan Tanggulangin.

Masyarakat dan para santri mendapatkan ilmu dari gabungan beberapa fakultas itu sekaligus praktek dalam menanam dan mewarnai kain dengan bahan alami dari daun, bunga dan kulit buah tersebut.

Dengan ecoprint mahasiswa KKN berharap dapat mengajarkan budaya cinta lingkungan dengan membuat motif pada berbagai macam kain yang nantinya akan dijadikan berbagai produk seperti jilbab dan tas. “Mewarnai kain dengan bahan alami tanpa pewarna sintetik tidak akan menghasilkan limbah bagi lingkungan,” kata Fatqur Rozih humas peserta KKN Umsida Sidoarjo Senin (16/9/2019).

masyarakat Penatasewu diajarkan soal tanaman hidroponik

Fatqur menambahkan, kelompom KKN T 23 Umsida beranggotakan 17 mahasiswa itu, dalam mengajak berkegiatan bersama dalam menanamĀ  hidroponik dan menghias ecoprint karena bagian dari langkah dalam mencintai lingkungan.

Para peserta pelatihan dibimbing dalam menanam hidroponik. Melalui program hidroponik dengan lahan terbatas, namun tetap bisa melakukan pertanian. Cara tanam dalam hidroponik juga tak membutuhkan lahan yang luas.

“Sedangkan teknik ecoprint yang digunakan kali ini dengan menggunakan teknik secara sederhana yaitu dengan teknik tumbuk kemudian direndam dengan larutan tawas,” terangnya.

Antusias yang diperlihatkan oleh santri yang ikut kegiatan ecoprint berlangsung cukup meriah. Mereka mencoba memberikan warna pada kain dengan berbagai macam daun yang telah disedikan oleh mahasiswa KKN.

Siswa-siswi Ponpes An-Nur belajar soal Ecoprint

Daun-daun tersebut diantaranya ada daun jati, daun pepaya, daun sirih, daun manga, waru, daun lavender dan lain sebagainya.

Warna yang dihasilkan dari setiap daun pun berbeda-beda. Seperti daun jati menghasilkan warna merah hati, daun sirih menghasilkan warna sedikit coklat dan daun lainnya menghasilkan warna hijau dengan motif seperti bentuk daun aslinya.

Ada pula dari santri yang berkreasi dengan memotong daun sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Hasilnya cukup menarik, dengan berbagai motif yang dihasilkan, dimana setiap santri membuat motif yang berbeda-beda pada setiap kain. “Saya senang sekali mendapatkan ilmu ecoprint yang diajarkan oleh kakak-kakak pesert KKN Umsida,” sebut Robby salah satu siswa kelas 1 SMP An-Nur. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar