Pendidikan & Kesehatan

Kasus DB Terus Meningkat, Dinkes Kabupaten Kediri Cegah KLB

Kediri (beritajatim.com) — Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kediri terus menunjukkan trend peningkatan. Saat ini pihak Dinas Kesehatan setempat berusaha mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak di seluruh kecamatan.

Data dari Dinkes Kabupaten Kediri menunjukkan, sejak awal bulan Januari hingga pertanggal hari ini tercatat adanya 127 kasus dan 232 pasien suspect demam berdarah. Sementara itu, sembilan penderita diantaranya meninggal dunia.

Dari data tersebut juga menunjukkan apabila 70 persen penderita, mayoritas merupakan berusia anak. Terakhir, kemarin Siva, balita usia 3 tahun yang merupakan warga Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri meninggal dunia.

“Pasien tersebar merata di seluruh kecamatan. Khusus di Kecamatan Kandat, tepat di sekitar rumah pasien yang meninggal dunia kita temukan penyebaran demam berdarah. Ternyata, ada rerimbunan pohon bambu yang dijadikan sarang nyamuk dan hari ini dilakukan pembersihan,” kata Nur Munawaroh, selaku Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kediri.

Sebagian penderita demam berdarah kini masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Kabupaten Kediri. Seperti di Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri sempat merawat 10 orang pasien, dan hari ini hanya tinggal satu pasien rawat inap.

Saat ini pihak Dinke setempat menurut Nur Munawaroh tengah berusaha mencegah terjadinya KLB melalui PSN secara serentak. Selain itu, juga digelar pengasapan atau fongging di beberapa tempat yang dicurigai bersarang nyamuk aedes aigepty.

Untuk diketahui, selain karena tahun ini merupakan siklus tiga tahunan serangan demam berdarah, peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Kediri, salah satunya disebabkan karena cuaca. Nyamuk aedes aegypti cepat berkembang karena setiap hari terjadi hujan yang kemudian terjadi panas. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar