Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Warga Jember yang Dipasung Kian Sedikit

Isnaini Dwi Susanti

Jember (beritajatim.com) – Jumlah warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang hidup dalam pasungan selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Orang dengan penyakit jiwa membutuhkan perhatian keluarga.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jember, pada 2016, ada 40 orang gila yang dipasung, 47 bebas, dan 3 orang meninggal. Tahun 2017, jumlah orang gila yang dipasung turun menjadi 38 orang dan 57 orang bebas, serta 4 orang meninggal. Namun pada tahun itu, ada tambahan 9 orang gila yang terdata. Tahun 2018, 106 orang gila bebas dan hanya 4 orang yang terpasung, serta 6 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Sosial Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan, para penderita penyakit jiwa tersebut membutuhkan keluarga. “Cuma keluarga kadang malu karena anaknya menderita sakit begitu. Padahal semua orang bisa terkena sakit itu (sakit jiwa),” katanya.

Rasa malu keluarga itu yang membuat penderita penyakit jiwa dipasung. “Orang lain tidak memahami. Kasihan, hak-hak orang yang terpasung tidak didapat,” kata Susanti.

Orang yang mengalami sakit jiwa bisa ditangani di Bagian Kesehatan Jiwa (Keswa) puskesmas. “Kami ke Keswa dulu. Kalau Keswa mengatakan bisa diobati di puskesmas, ya bisa diobati di sana. Kalau harus dikirim ke (Rumah Sakit Jiwa) Lawang, kami kirim,” kata Susanti. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar