Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Mojokerto Turun

Foto:ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, jumlah kematian ibu dan anak di Kabupaten Mojokerto hingga pertengahan bulan Mei 2019 turun dibanding tahun 2018 lalu.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Khusnul Yakin mengatakan, angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan dibanding tahun 2018 lalu. “Sejak Januari hingga pertengahan Mei, ada 4 ibu meninggal,” ungkapnya, Rabu (22/5/2019).

Masih kata Didik, tahun lalu sampai akhir 2018, ada 19 kematian ibu. Jumlah ini menurunkan dibanding Kota Surabaya, Malang dan Jember. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kematian ibu dan hamil karena faktor dari hulu ke hilir.

“Faktornya banyak, dari hulu ke hilir. Seharusnya risti tapi terlambat merujuk, seperti transportasi desa, usia pernikahan, jarak kehamilan dekat dan sering melahirkan. Faskes seperti bidan dan puskesmas harus pantau, desa siaga dan bidan desa harus standby,” katanya.

Data Dinkes Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada 500 sampai 700 ibu hamil yang akan melahirkan saat libur Hari Raya Idul Fitri mendatang. Untuk, lanjut Didik, bidan desa sebagai garda terdepan di tingkat desa diminta standby.

“Himbauan kepada bidan desa, rumah sakit untuk standby agar tidak terlambat jika harus melakukan rujukan. Di Kabupaten Mojokerto rata-rata ada 50 ibu hamil melahirkan per hari, kita sendiri sudah punya 27 puskesmas yang akan siaga saat lebaran nanti,” tuturnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar