Pendidikan & Kesehatan

Iuran BPJS Belum Naik, Sudah Banyak yang Ajukan Turun Kelas

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sejumlah keluhan terus masuk mengiringi rencana pemerintah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal tersebut juga akan berdampak pada peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo. Mereka merasa keberatan dan ingin pindah kelas lantaran beban biaya pembayaran.

Erwin Widiarmanto Kabid Penjaminan Rujukan BPJS Kesehatan Sidoarjo mengatakan saat ini ada sebanyak 1.602.701 jiwa yang menjadi peserta BPJS Sidoarjo per akhir Agustus sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Sidoarjo yang mencapai 2,2 sampai 2,5 jiwa.

“Memang akhir-akhir ini banyak yang telpon peserta BPJS ingin turun kelas, jika iuran BPJS naik,” katanya Selasa (10/9/2019).

Namun, sambung Erwin itupun hanya sebatas keluhan dan konsultasi para peserta BPJS jika memang iuran naik. Dan pihaknya tetap menyarankan untuk tetap, sebab ini belum disetujui oleh legislatif di pusat.

“Untuk iuran BPJS belum naik, masih dibahas di Kemenkeu dan belum ada persetujuan dari legislatif,” tambahnya menjelaskan.

Pemerintah rencananya menaikan iuran peserta BPJS kelas I yang tadinya hanya membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000.

Sedangkan kelas II yang sebelumnya bayar Rp 51.000 harus bayar Rp 110.000 dan untuk kelas III yang tadinya membayar Rp 25.500 harus menaikkan iuran senilai Rp 42.000.

Sumiati salah satu peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo asal Gedangan mengaku akan ikut iuran kelas lll jika sampai ada kenaikan. “Saya peserta BPJS kelas I karena ada rencana iuran BPJS naik, saya mau turun ke kelas III,” terangnya saat ditemui di kantor BPJS kesehatan Sidoarjo.

Dijelaskan Sumiati, kenaikan iuran BPJS kesehatan akan menjadi beban biaya bagi peserta BPJS. Menurutnya, kenapa memilih turun ke kelas III untuk meringankan saat pembayaran iuran BPJS.

“Ingin turun ke kelas III ingin ringan saat bayar iuran sih. Iya harapan saya kalau bisa jangan naik iuran BPJS,” harapnya. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar