Pendidikan & Kesehatan

Ini Tujuan Pemasangan 563 CCTV di 61 Sekolah Negeri Kota Mojokerto

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wahid menunjukkan pusat pemantauan 563 CCTV di 61 sekolah negeri di Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 563 unit Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas dipasang Dinas Pendidikan Kota Mojokerto di sudut-sudut sekolah. Pemasangan CCTV dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan infrastruktur serta sarana dan prasarana di sekolah.

Pemasangan CCTV di setiap sudut-sudut sekolah dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus asusila dan tawuran antar pelajar. Sebanyak 563 unit CCTV tersebut, tersebar di 52 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan sembilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Kota Mojokerto.

Pemasangan CCTV di delapan titik di masing-masing sekolah tersebut juga bertujuan untuk menciptakan karakter pribadi siswa yang disiplin. Sejak dipasang pada bulan Oktober 2019 lalu secara bergantian di 61 sekolah negeri di Kota Mojokerto, dampak positif pemasangan CCTV mulai dirasakan para siswa.

Salah satunya siswa SMPN 2 Kota Mojokerto, Isyati Rodiyah (15) mengatakan, sejak awal dipasangnya CCTV di sekolahnya lebih terasa aman, dan siswa lebih disiplin. “Pemasangan CCTV untuk keamanan sekolah. Dulu pas jam belajar jalan-jalan ke kantin, sekarang jadi gak berani,” ungkap siswa kelas 9C ini, Selasa (28/1/2020).

Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Mojokerto, Mulib mengatakan, pemasangan CCTV oleh Dinas Pendidikan tersebut membawa banyak dampak. Salah satunya terkait keamanan sejumlah area sekolah yang terpantau, seperti pintu gerbang sekolah, parkiran, lorong kelas, ruang ujian, maupun ruang guru.

“Ketika area-area ini dipasangi CCTV jadi siswa-siswa dan pihak sekolah tidak sembarangan, kalau ada kehilangan juga gampang melacaknya. Pemasangan juga diharapkan akan membentuk karakter kepribadian siswa yang lebih tertib dan disiplin khususnya di lingkungan sekolah,” katanya.

Sebelumnya para siswa melakukan pelanggaran namun setelah terpasang CCTV, para siswa lebih disiplin. Seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, lanjut Mulib, saat ini sudah tidak lagi dan justru menjadi kebiasaan yang baik. Yakni membuang sampah pada tempatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wahid menjelaskan, pemasangan CCTV ini dilakukan melalui lelang terbuka Juni 2019. Lelang dimenangkan pihak swasta yakni, PT. Metrodata Electronics, Tbk di Jakarta dengan anggarannya dari APBD sebesar Rp745 juta.

“Sebanyak 563 CCTV yang dipasang di 61 sekolah ini, juga dipasang di setiap ruang kepala sekolah. Dan seluruh kepala sekolah negeri yang dipasangi CCTV harus memiliki aplikasi pemantau di handphone-nya masing-masing,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar