Pendidikan & Kesehatan

Ini Nasihat Ketua NU di Depan Rektor Universitas Jember

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan

Jember (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember Abdullah Syamsul Arifin mengingatkan, bahwa dosa-dosa yang dibuat manusia menjadi penghalang hubungan antara manusia dengan Tuhan. Halal bi Halal adalah tradisi yang diciptakan oleh para ulama Indonesia yang mengakar pada kearifan lokal.

Nasihat dan pesan ini disampaikan Abdullah di hadapan Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan dan keluarga besar perguruan tinggi itu, dalam acara halal bi halal di Gedung Soetardjo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/6/2019).

Menurut Abdullah, dosa yang dilakukan manusia terhadap Tuhan bisa diampuni dengan pertobatan. “Namun dosa kepada sesama manusia hanya bisa lebur dengan cara meminta maaf kepada sesama manusia. Untuk itulah ulama Indonesia menciptakan ajang halal bi halal agar kita semua dapat saling memaafkan,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember.

“Halal bi halal juga merekatkan persaudaraan kita dengan sesama warga negara, bahkan sesama manusia di dunia. Yang oleh pencetusnya, Almaghfurlah KH. Achmad Shiddiq diistilahkan sebagai ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathoniah, dan ukhuwah basyariyah,” kata Abdullah.

Sementara itu, Hasan mengatakan, Ramadan menjadi ajang untuk mengembangkan, memperbaiki, dan menempa diri dengan berbagai ibadah. “Sementara halal bi halal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi rutin saling memaafkan, namun juga sebagai ajang mempererat persatuan antar ummat Islam, antar sesama anak bangsa dan antar sesama manusia,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar