Pendidikan & Kesehatan

Dari Workshop Jurnalistik UK Petra

Industri Media Sedang Tidak Menguntungkan

Surabaya (beritajatim.com) – UK Petra mengadakan International Workshop Communication for Millenials,  yang digelar dalam rangka Communication Day oleh Prodi Ilmu Komunikasi, Rabu (15/5/2019).

Menghadirkan dua pembicara yaitu Lidyawati Aurelia, seorang Country Manager Anymind Grup Indonesia dan Ardyan M. Erlangga, seorang Managing Editor Vice Indonesia. Lidyawati berbicara mengenai strategic Communication. Sedangkan Ardyan akan berbicara mengenai Broadcast and Journalism.

Lidyawati mengatakan bahwa saat ini salah satu strategic communication yang paling banyak diminati adalah video advertising. Ia menyebut, video advertising tahun ini di Indonesia mencapai 300 persen  kenaikan pasarnya dibanding tahun lalu.

Lidyawati menjelaskan, video  advertising diminati karena mampu menciptakan iklan yang mengeksplorasi brand lebih dalam. “Video advertising saat ini sangat digemari karena mampu menghadirkan sisi emosional dan bersifat soft selling,” ujar Lidyawati.

Ia pun menambahkan segala bentuk strategi komunikasi harusnya mampu tepat sasaran dan juga menarik perhatian masyarakat luas pada era digital saat ini dan di Indonesia. “Mahasiswa harus mengerti apa yang lagi hype. Tahu target apa yang sedang dikerjakan, marketnya dimana, habis itu bisa mengcreate pesan yang menarik,” urainya.

Sedangkan Ardyan menyampaikan materi bagaimana menciptakan budaya jurnalistik yang baik di tengah tuntutan global. Menurutnya industri media saat ini sedang tidak menguntungkan, dimana banyak kantor media yang tidak profit atau malah merugi.

Sehingga saat ini banyak media yang lebih untuk mengikuti trend SEO, mesin dan alogaritma karena kantor berita atau media saat ini disupport oleh iklan yang pada akhirnya membentuk ruang ruang kompromi. Menurutnya masih ada penengah dari masa keadaan media jurnalis saat ini.

“Saat ini, bahkan ada frasa Jurnalisme menyesuaikan trend SEO atau google. Berita saat ini dipandang harus sesuai alogaritma menjadi yang terdepan dalam mesin pencarian google. Saya rasa itu tidak sepenuhnya benar, masih ada alternatif lain selain mengikuti trend viewers,” ujar Manager Editor Vice Indonesia.

Ardyan mengatakan bahwa alternatif itu adalah membuat dan meneguhkan identitas suatu media dan bahasa jurnalistik. Ia mengatakan bahwa menciptakan kekhasan dengan mempertahankan jurnalistik murni yang harusnya melayani manusia. Yakni dengan mencerahkan manusia ke arah yang lebih baik. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar