Pendidikan & Kesehatan

IAIN Jember Boleh Pakai Nama KH Achmad Shiddiq, Asal…

Gus Syaif

Jember (beritajatim.com) – KH Syaiful Rijal, pengasuh Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putri dan juga keponakan KH Achmad Shiddiq, menyambut baik penggunaan nama sang paman untuk Universitas Islam Negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Ketika UIN menggunakan nama KH Achmad Shiddiq, maka UIN secara tidak langsung harus menjadi benteng ahli sunnah wal jamaah yang memiliki wawasan reliji dan nasionalis. Konsekuensinya itu,” kata Gus Syaif, sapaan akrabnya.

Menurut Gus Syaif, tanpa digunakan sebagai nama lembaga, nama KH Achmad Shiddiq sudah besar. “Justru ketika dijadikan nama sebuah lembaga, lembaga ini harus menjaga kebesaran nama beliau, nilai-nilai ajarannya. Tidak malah dirusak, misalnya, ini UIN KH Achmad Shiddiq korupsi. Kan tidak bagus itu,” katanya.

Institut Agama Islam Negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri dengan nama UIN KH Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember. Sebuah tim sudah dibentuk di IAIN Jember dan menulis naskah akademik pengusulan nama tersebut kepada pemerintah.

“Dengan adanya rencana perubahan IAIN menjadi UIN, tampaknya kami harus berbeda. Kalau tempat lain menggunakan nama wali-wali di Indonesia, kami mencoba untuk mencari tokoh lokal yang memiliki gaung nasional atau internasional. Yang diinginkan masyarakat adalah KH Achmad Shiddiq,” kata Rektor IAIN Jember Babun Suharto.

Gus Syaif berharap, ada persenyawaan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. “Tak hanya kajian ilmiah tapi amaliah. Sebuah proses pembelajaran membangun karakter,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar