Pendidikan & Kesehatan

Hari ini ITS Lantik Rektor Baru, Siapakah Dia?

Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) hari ini menggelar Sidang Pleno, Pemilihan Rektor ITS periode 2019-2024 di ruang sidang A Gedung Rektorat ITS, Jumat (11/1/2019).

Pemilihan ini berdasarkan pada Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) No. 01 Tahun 2018, tentang pemilihan Rektor. Sebelumnya ada 15 kandidat yang masuk dalam penjaringan Bakal Calon Rektor (bacarek) yang kemudian terseleksi lagi dari penyaringan suara secara daring (e-vote) pada 21-22 November 2018 lalu sebanyak 5 kandidat.

Kelima kandidat bacarek tersebut kemudian melalui Sidang Tertutup Senat Akademik (SA) pada 12 Desember 2018 lalu terpilih 3 Nama Calon Rektor, yakni Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng , Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, MT dan Bambang Pramujati, ST, MSc.Eng, PhD. Dari ketiga nama tersebut MWA secara musyawarah memutuskan menetapkan Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. sebagai Rektor Terpilih ITS untuk periode 2019-2024.

Ketua MWA ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengungkapkan, proses pemilihan rektor ITS kali ini dari tiga calon rektor menjadi satu yang terpilih berjalan sangat lancar. Dalam sidang pleno MWA ITS tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo SH MHum sebagai anggota perwakilan pemerintah daerah dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr Muhammad Dimyati MSc sebagai wakil dari pemerintah pusat.

Prof. Nuh saat memimpin Sidang Pleno Pemilihan Rektor Baru ITS

Profesor yang kerap disapa Nuh ini mengatakan, ada yang berbeda dari penentuan rektor terpilih tahun 2019 kali ini. Proses tidak dilakukan lagi dengan cara voting seperti pemilihan rektor terdahulu, melainkan ditentukan melalui musyawarah untuk mufakat.

“Musyawarah mufakat adalah salah satu landasan negara yang tercantum dalam sila keempat Pancasila dan sudah dirumuskan oleh founding fathers kita (Indonesia, red),” tutur dosen Teknik Biomedik ini dalam jumpa pers usai sidang pleno.

Ia melanjutkan, oleh karena itu ITS ingin membuktikan bahwa ITS bisa menerapkan hal itu, dan hasilnya sangat memuaskan, serta pemilihan rektor kali ini berlangsung sangat damai. Ia mengatakan, proses musyawarah untuk mufakat harus dikedepankan, barulah jika menjumpai deadlock atau ketidaksepakatan maka akan dilakukan pemungutan suara atau voting.

Ditanya alasan memilih Prof Mochamad Ashari sebagai Rektor ITS periode 2019-2024, menurut Nuh, salah satunya adalah MWA ingin menghormati dan mewadahi aspirasi publik dalam artian segenap sivitas akademika ITS. Di mana dari proses penjaringan awal hingga tahap seleksi dari lima bakal calon rektor menjadi tiga calon rektor, Prof Mochamad Ashari selalu menempati posisi pertama.

“Tiga-tiganya semua putra terbaik ITS, namun ini sudah menjadi hasil dari musyawarah mufakat dan Pak Menteri (Menristekdikti, red) melalui perwakilannya yang juga sudah setuju dengan adanya proses musyawarah mufakat ini,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut.

Profil Singkat Profesor Ashari
Prof. Ashari lahir di Sidoarjo,12 Oktober 1965, saat ini menjabat sebagai Guru Besar di Departemen Teknik Elektro. Ia juga merupakan alumni tenik elektro ITS lulusan 1989 dan menempuh gelar Master of Engineering sekaligus Doctor of Philosopy di Curtin University Australia.

Sebelumnya Ia juga pernah menjadi Rektor di Universitas Telkom Bandung pada tahun 2013-2018, dan Asesor BAN PT pada tahun 2008-2013. Ia pun pernah mendapatkan Australia Alumni Award, Excellence in Education tingkat Internasional pada tahun 2011 lalu. [adg/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar