Pendidikan & Kesehatan

Hadapi Radikalisme, Kapolres Jember Gandeng NU dan Segera Temui Rektor Unej

Jember (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono segera menemui Rektor Universitas Jember Iwan Taruna untuk membicarakan penanganan radikalisme di perguruan tinggi. Polres juga akan menggandeng Gerakan Pemuda Ansor.

Hal ini diungkapkan Aris, usai pertemuan dengan pengurus Gerakan Pemuda Ansor, di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember, Jawa Timur, Senin (17/2/2020). “Kami akan menggandeng rekan-rekan Banser, Ansor, dan PCNU sendiri untuk sama-sama memerangi (radikalisme),” katanya.

Aris juga akan ke Unej. “Berkoordinasi dengan rektor di sana. Nanti juga kami akan melaksanakan kegiatan bersama. Tidak mungkin kami melaksanakan sendiri. Pasti kami akan minta bantuan teman-teman GP Ansor dan PCNU. Hari ini kami juga akan bertemu dengan Gus Aab (Ketua Pengurus Cabang NU Abdullah Syamsul Arifin),” katanya.

Dalam pertemuan dengan Aris, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi menyampaikan persoalan radikalisme di kalangan perguruan tinggi. “Bibit-bibit radikalisme di Jember tinggi,” katanya, mengutip data LP3M (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu) Universitas Jember.

LP3M Universitas Jember selama 2017-2018 melakukan penelitian terhadap 15.567 mahasiswa di 15 fakultas. Hasilnya, sekitar 22 persen mahasiswa Universitas Jember terpapar radikalisme. Dari angka 22 persen itu, sebanyak 25 persen setuju dengan pengkafiran, qital, dan jihad, dan 20 persen setuju pada konsep negara Islam atau khilafah sejumlah 20 persen.

“Alhamdulillah saya sudah bertemu dengan rektor Unej yang baru menyampaikan hal itu, dan minta kepada rektor Unej untuk bersama-sama memerangi bibit-bibit radikalisme,” kata Ayub.

Menurut Ayub, memerangi radikalisme bukan hanya tugas kepolisian. “Tanpa kebersamaan dengan elemen masyarakat, saya yakin bibit-bibit radikalisme tidak bisa diberantas dengan baik,” katanya. [wir/ted]  

Apa Reaksi Anda?

Komentar