Pendidikan & Kesehatan

Foging Dinilai Kurang Efektif, Cegah DBD dengan Melakukan Ini

Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Ponorogo Edi Kusnanto.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, perkembangbiakan nyamuk akan semakin menjadi-jadi jika kita tidak memperhatikan keadaan lingkungan.

Yang paling efektif untuk mencegah jentik-jentik nyamuk itu tumbuh ialah dengan bergotong royong melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M Plus.

”Pencegahan yang paling efektif ya tetap 3 M, menguras, mengubur dan menutup,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Ponorogo Edi Kusnanto, Kamis (16/1/2020).

Pencegahan tersebut harus dilakukan secara serentak, menyeluruh, terjadwal dan masif. Sebab untuk hasil yang maksimal, tidak boleh dilakukan sendiri harus bersama-sama. Edi ambil contoh jika warga desa satu melakukan PSN, desa tetangga juga harus melakukan hal yang sama. Jika tidak, maka nyamuk tersebut terbang ke desa tetangga dan begitu sebaliknya, jika desa lainnya itu melakukan PSN.

”Selain PSN masif dan terjadwal, yang tidak kalah pentingnya pelaksanaan PSN harus berkualitas,” katanya.

Apa maksud PSN berkualitas? Edi menjelaskan bahwa PSN berkualitas ialah PSN menitikberatkan kepada pembasmian tempat perindukan nyamuk itu sendiri. Dia mengamati, kadang  gerakan PSN yang dilakukan masyarakat kurang pas. Karena cuma babat pohon, dan potong ranting. Harusnya genangan-genangan air yang ada di lingkungannya harus diperhatikan. Selain itu juga rutin melakukan pemeriksaan pada penampungan air maupun bak mandi.

”Jadi sebenarnya foging itu bukan solusi terbaik, pencegahan ya dilakukan PSN yang berkualitas,” katanya.

Edi menyebut jika mindset masyarakat jika ada deman dengue terus langsung minta foging malah tidak baik. Karena untuk melakukannya ada SOPnya. Jika ada laporan yang terjangkit DBD, pihaknya langsung menunjuk bagian pelayanan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.

Apakah penderita tertularnya di lingkungan tempat tinggalnya atau di tempat lain. Jika dalam penyelidikan, di lingkungannya bersih, tidak ada jentik, tidak ada penderita panas. Kalau begitu keadaannya tidak perlu dilakukan foging, cukup dengan gerakan PSN.

”Dinas Kesehatan, bulan ini melakukan foging di 4 lokasi. Yakni desa di Kecamatan Badegan, Jetis dan Mlarak,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar