Pendidikan & Kesehatan

Ekspedisi Merah Putih UMS Kunjungi Masyarakat Islam Minoritas di Thailand

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) menyambut 22 mahasiswa yang pulang dari Ekspedisi Merah Putih UMS, Jumat (1/3/2019).

Rektor UMS, Dr. dr. Sukadiono, MM mengatakan, Ekspedisi Merah Putih merupakan program KKN dan PPL di luar negeri, yang kali ini diadakan di Songklah Thailand. Program yang diadakan hingga 3 bulan lamanya itu diikuti oleh mahasiswa yang telah diseleksi. Mahasiswa tersebut berasal dari FKIP dan FPAI.

Ekspedisi Merah Putih ini bekerjasama UMS bersama PP Muhammadiyah, yang bertujuan untuk misi sosial masyarakat Islam minoritas di Asia Tenggara.

“Di Thailand masyarakat Islam adalah minoritas dan tujuan kami kesana untuk mengimplementasikan ilmu pendidikan. Kondisi di sana masyarakat muslim mungkin juga tidak terlalu beruntung. Nah, melalui transfer knowledge, perilaku yang baik bisa meningkatkan kualitas masyarakat muslim disana,” ujar Rektor.

Sebanyak 22 mahasiswa UMS disebar ke 9 distrik di Provinsi Songklah. Mereka mengabdikan diri di sekolah-sekolah di 9 distrik tersebut. Salah satu yang ditempatkan di distrik Chana adalah Aji Seno, mahasiswa FKIP Jurusan Bahasa Inggris. Ia mengabdikan diri di Deenul Islam School.

Aji mengatakan bahwa keadaan masyarakat Islam disana masih sedikit tertinggal, terutama dalam hal budaya pendidikan. Aji mengaku menemui beberapa kebiasaan yang tidak terlalu baik  di sana, misalnya kaki yang naik ke atas meja dan guru-guru yang masih memakai kekerasaan dalam proses belajar mengajar.

“Guru di sana masih mengajar dengan kekerasan, semua pakai rotan. Ada juga guru yang marah saat muridnya menaikkan kaki ke meja, padahal gurunya juga naikin kakinya ke meja,” ungkap Aji.

Aji menjelaskan, misi utama dalam ekspedisi ini adalah mengimplementasikan nilai-nilai  Islam disamping membagikan keilmuan yang telah dipelajarinya.

“Saya di distrik itu sendirian, jadi yang saya upayakan perbaikan moralnya dulu dengan cara persuasif dan dari hati ke hati. Disamping itu saya ingin membuktikan bahwa mengajar tidak harus dengan kekerasan dan ternyata memang lebih efektif, murid-murid lebih mudah menangkap pelajaran.  Moralnya juga jadi lebih baik,” tuturnya.

Selain terjun ke sekolah-sekolah, mahasiswa ini juga memberikan beberapa hal yang bisa dibagi di masyarakat sekitar seperti membuat jamu herbal dan keterampilan lainnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar