Pendidikan & Kesehatan

EKSKLUSIF: Ini Foto dan Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Pangkalan Militer Natuna

Suasana Ke 243 WNI dari Wuhan saat berada di pesawat menuju Indonesia.

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 243 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja dipulangkan dari Wuhan Hubei China, saat ini tengah berada di Pangkalan Militer Natuna, Minggu (2/2/2020), dalam Kondisi sehat. Mereka berangkat dari Bandara Internasional di Wuhan sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Pangkalan Militer Natuna Kepulauan Riau pukul 13.00 WIB.

Tim medis penjemput WNI dari Wuhan menggunakan APD

Kepada beritajatim.com, salah satu dokter dari Tim Medis TNI yang bertugas menjemput ke 243 WNI dari Wuhan itu, mereka begitu antusias bisa pulang kembali ke Indonesia. “Penumpang WNI dari Wuhan yang kita jemput sangat gembira loh mbak. Mereka tepuk tangan saat ada pengumuman dari kapten pilot kalau pesawat akan take off dari Wuhan. Begitu saat akan landing di Batam, mereka semua tepuk tangan. Sayangnya saya tidak sempat rekam video,” ujar dokter yang tidak ingin disebutkan identitasnya tersebut kepada beritajatim.com.

Selanjutnya, setiba di Pangkalan Militer Natuna, mereka disemprot Disinfectant agar terhindar dari paparan virus. Kemudian dilakukan tes kesehatan dan suhu tubuh oleh petugas medis yang sejak awal penjemputan telah menggunakan seragam APD (Alat Pelindung Diri).

Suasana hanggar WNI

Setelah itu, mereka digiring ke hanggar khusus WNI yang memiliki 10 tenda besar berhadap-hadapan. Tenda-tenda itu digunakan tidur, laki laki dan perempuan berada pada tenda yang berbeda. Di dalam hanggar mereka, disediakan televisi, toilet, air bersih, laundry, dan mendapat makanan 3x sehari.

“Mereka dibebaskan melakukan aktivitas seperti biasa di dalam hanggar, tetapi belum diizinkan keluar hanggar sampai karantina dan observasi selesai. Semua kebutuhan telah disiapkan di dalam hanggar,” tambahnya.

Sedangkan untuk tim medis dan tim penjemputan juga diobservasi dan ditempatkan pada hanggar yang berbeda dengan WNI dari Wuhan. “Kami tim penjemputan juga diobeservasi, tapi kami diizinkan keluar hanggar, karena pada dasarnya selama penjemputan kami selalu pakai APD. Jadi kalau selama 14 hari kedepan, jika kami memerlukan kontak dengan WNI dari Wuhan kami harus pakai APD juga. Setelah kontak selesai dan keluar dari hanggar WNI, kami baru boleh lepas APD,” terangnya.

Suasana didalam tenda. Tempat untuk tidur WNI dari Wuhan.

Tim medis pun mengaku bahwa sebenarnya tugas ini sangat beresiko tinggi, pasalnya setiap WNI memiliki nilai kecurigaan atau suspect yang tinggi karena berasal langsung dari pusat endemi. Tim medis pun terdiri dari 42 orang dari tim Kesehatan TNI, tim Kemenlu, tim Kemenkes, tim Keamanan Udara TNI.

“Ya kami takut sebenarnya, tapi kami optimis mereka tidak ada yang terjangkit atau tertular. Kami juga serahkan semua perlindungan kepada Allah SWT dengan mematuhi standart protab perlindungan diri. Karena faktanya mereka telah berhasil bertahan di pusat endemi selama kurang lebih 1 bulan tanpa menunjukkan gejala klinis yang berarti,” ungkapnya.

Rencananya, WNI dari Wuhan ini akan menjalani karantina selama 14 hari di pangkalan militer Natuna untuk memantau perkembangan kesehatan mereka. “Masa tunas virus corona ini 14 hari, kalau terjangkit maka dalam 14 hari itu mereka akan menunjukkan gejala klinis. Saat ini tidak ada yang demam, jadi kami positif thinking,” pungkasnya. [adg/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar