Pendidikan & Kesehatan

Dr Eighty Hasilkan Penelitian Atasi Beser pada Wanita

Surabaya (beritajatim.com) – Fistula vesiko vagina merupakan bagian dari fistula vesikourogenital merupakan suatu keadaan ditandai fistel antara kandung kemih dengan vagina yang menyebabkan rembesan urin keluar melalui vagina atau biasa disebut beser. Kasus Fistula vesiko vaginalis biasa muncul di negara berkembang.

Kasus tersebut juga banyak terjadi di Indonesia, menurut Dr Eighty Mardiyan Kurniawati dr Sp Og (K) angka kesembuhannya tidak terlalu besar tercatat di RSUD Dr Soetomo, hanya 65 – 90 persen yang berhasil dan sisanya gagal.

Yakni dalam hitungan 40 kasus Fistula Vesikovagina. 25 orang telah dioperasi dengan tingkat keberhasilan 65 persen.

Padahal di Jawa Timur ahli Urigenokologi Rekontruksi Vagina termasuk banyak dan mumpuni tetapi kegagalan masih menjadi bayang bayang. Hal ini dikarenakan penanganan fistula vesiko vagina memiliki tingkat kesulitan yang tinggi serta masih baru diteliti dan menjadi tugas rumah bagi dunia kedokteran.

“Tingkat kegagalan masih tinggi meskipun ditangani oleh ahli di bidangnya. Dan jika dalam operasi pertama gagal maka operasi kedua akan jauh lebih sulit,” ujar istri dari Mayor Laut (K) dr Abdul Haris SpBS ini.

Berasal dari pendalaman ilmu yang ditekuninya itu lah, Dr Eighty melakukan penelitian dalam disertasinya yang berjudul “Pengaruh Seeding Sel Punca Amnion terhadap PDGF, VEGF, EGF Occludin, Claudin-4, dan Karakterisasi Histologi Proses Penyembuhan Luka Model Fistula Vesikovagina”, Dr Eighty dipromotori oleh Prof Dr Budi Iman Santoso dr Sp OG K. Co-promotor oleh Prof Dr Fendik Abdul Rantam drh dan Co-promotor II oleh Dr Pudjo Hartono dr Sp OG K.

Dr Eighty mengaku bahwa penelitian yang membawa dirinya diresmikan menjadi doktor itu dilatar belakangi, prosedur penyembuhan jahitan Fistula Vesikovagina membutuhkan proses yang lama kualitas penyembuhannya menjadi salah satu penentu keberhasilan.

Oleh karenanya, penelitian yang ia kerjakan selama 5,5 tahun ini diyakini mampu memberikan hasil penyembuhan luka yang lebih baik dari pada prosedur umum yang biasa dilakukan untuk Fistula Vesikovagina.

“Prosedur yang bisa dipakai adalah menjahit lubang yang menyebabkan rembesan itu. Hasil penyembuhan jahitannya sangat lama dan kadang tidak terlalu bisa maksimal. Oleh karenanya saya menggunakan sel punca Amnion yang mampu memberikan Seeding dan merepair sel sel yang ada agar meregenerasi lebih cepat sehingga penyatuan dan penutupan lubang dapat maksimal,” terang Dr Eighty.

Dr Eighty pun mengaku bahwa memang sudah seharusnya dirinya melakukan penelitian tersebut karena ia berkecimpung dalam spesialisasi obserti yang menghasilkan banyak sel punca Amnion yang bermanfaat sekali dalam mempererat jaringan.

“Pemberian Sel punca amnion setelah penjahitan itu membuktikan penyembuhan yang lebih baik dengan parameter growth factor dari Occludin dan Claudin-4 yang bertugas sebagai pemererat jaringan dan sel sel,” tukasnya.

Penelitian Dr Eighty ini masih dilakukan pada hewan kelinci sebagai media prakteknya. Ia mengatakan bahwa pengunaan kepada manusia masih harus melalui banyak langkah dan prosedur yang harus dilakukan.

“Di luar negeri pun masih belum ada prosedur penggunaan sel punca ini kepada manusia. Jadi masih banyak yang harus dilakukan dan dikaji untuk sampai bisa diterapkan kepada manusia secara luas,” pungkasnya.

Dr Eighty ini merupakan doktor ke 866 yang dilahirkan oleh Fakultas Kedokteran Unair. Dengan penelitian yang sangat segar ini Dekan FK Unair, Prof dr Soetojo mengaku bangga.

“Ya penelitian ini memang kalau dilihat dari spesialis obsgin memang tidak telalu banyak. Tetapi kalau kasus Fistula Vesikovagina ini biasanya dikerjakan oleh 2 spesialisasi yakni dari obsgin dan urologi. Jadi cukuplah kalau spesialisnya di Jawa Timur. Tetapi memang penelitian Dr Eighty sebuah pembaharuan yang harus terus didukung. Dr Eighty juga berkewajiban terus mengkaji penelitiannya ini agar bisa bermanfaat secara langsung kepada masyarakat,” tukas Dekan FK tersebut. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar