Pendidikan & Kesehatan

Diplomasi dalam Sepiring Tom Yam

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia perlu belajar dari sejumlah negara lain untuk melakukan diplomasi via makanan (gastrodiplomasi).

Agus Trihartono, dosen Program Studi Hubungan Internasional Fisip Universitas Jember, membandingkan gastrodiplomasi yang dilakukan oleh Thailand, Vietnam, atau Jepang.

Agus menyebut Thailand adalah contoh pengembangan gastrodiplomasi yang menitikberatkan pada peran pemerintah. “Thailand dengan dukungan penuh pemerintahnya melalui Global Thai Program mendorong pendirian restoran khas Thailand di berbagai belahan dunia hingga masakan tom yam jadi populer,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (21/12/2019).

Model keterlibatan negara ini juga dianut oleh Taiwan dengan Dumpling Diplomacy dan Peru dengan Cocina Peruana Campaign.

“Langkah berbeda dilakukan Vietnam yang lebih bertumpu pada jaringan diaspora pemilik restoran khas Vietnam,” kata Agus. Sementara Jepang mengandalkan chef lulusan sekolah masakan Jepang. Peran negara dalam pengembangan gastrodiplomasi di kedua negara tersebut relatif minim. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar