Pendidikan & Kesehatan

Diolok Anak Setan, Umar Malah jadi Mahasiswa Difabel Berprestasi

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Wisuda Periode pertama Maret 2019, Sabtu (9/3/2019). Moment itu berlangsung haru. Pasalnya salah satu mahasiswa berprestasi yang menyampaikan pidato adalah mahasiswa tunadaksa.

Dia adalah Umar, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Untag angkatan 2016. Umar menempuh masa kuliah 3,5 tahun. Umar menorehkan banyak prestasi gemilang. Maka tidak heran jika IPK yang dimilikinya nyaris sempurna, yakni 3.95.

Berjuang melawan kerasnya kehidupan sosial yang masih memandang rendah penyandang disabilitas ternyata tidak membuat Umar patah semangat. Dia terus membuktikan bahwa dirinya layak dan patut diberikan apresiasi karena prestasi.

“Tujuan hidup saya adalah membuktikan bahwa saya mampu. Dan keterbatasan tidak membatasi apapun dari saya. Jadi semua yang saya lakukan adalah untuk mengejar prestasi,” ungkap laki-laki kelahiran, Jeddah 2 November 1995 ini.

Lahir sebagai WNI di tanah Jeddah Saudi Arabia, Umar kerap mendapat perlakuan tidak mengenakan. Dihina dengan sebutan ‘anak setan’ dan ‘si buntung’, oleh para perisak. Bahkan ada beberapa orang tua yang menganjurkan ayah dan Ibundanya agar membuang Umar ke laut. Itu karena Umar dinilai sebagai anak yang tidak berguna. Namun dari situlah yang membuat Umar berani bangkit dengan mengikuti dan memenangkan lomba Pidato 3 bahasa di Jeddah. Padahal saat itu Umar masih duduk di Sekolah Dasar.

Hari ini Umar bak selebritis, seusai acara prosesi wisuda, banyak kawan sejawat yang menemui dan mengucapkan selamat. Ditunggu teman disana-sini untuk berfoto dan berbagai kebahagiaan. Pria berusia 24 tahun ini mampu menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi otak dan kreativitas untuk tetap berprestasi.

Prestasi Umar lainnya, pernah menyabet juara favorit lomba News Presenter Emtek Goes to Campus 2016. Prestasi membanggakan lainnya yakni juara dua dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Kopertis Wilayah VII Jawa Timur. Di lain waktu, ia juga terpilih sebagai juara tiga dalam kompetisi tingkat Nasional bertajuk Public Relations Fair 2019.

Sedangkan di tingkat internasional, Umar pernah menjadi volunteer dalam International Conference on PHENMA 2016, PrepCom 3 UN Habitat III serta International Congress of United Cities and Local Government 2018.

Memiliki mahasiswa dengan prestasi seambrek tentu membuat Rektor Untag merasa bangga. Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA pun mengatakan bahwa Umar mendapatkan tawaran dari alumni yang sudah sukses untuk bekerja di perusahaannya. Umar juga akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan S2.

“Umar ini anak jenius, meskipun fisiknya tidak sempurna ia mampu meraih kesempurnaan dalam belajar. Kami di kampus merah putih ini memang menerima dan memfasilitasi semua orang tanpa terkecuali, karena Bhineka Tunggal Ika adalah slogan kami, semua sama tidak ada perbedaan, yang membedakan hanyalah prestasi,” ujar Rektor.

Selain memiliki banyak prestasi, Umar juga tercatat pernah mendapatkan IPS (Indeks Prestasi Semester) 4.00 sebanyak 3 kali (semester, red) berturut-turut. Kepada beritajatim.com, Umar membagikan tips jitu belajarnya selama ini.

“Karena kuliah itu berbeda dengan sekolah, jadi yang paling penting adalah mendengarkan dengan seksama dosen saat di kelas, ngerjain tugas tepat waktu, kalau ada projek kita harus kerjakan dengan luar biasa dan kita harus terbiasa memosisikan diri jadi orang profesional,” tutur pria yang hingga usia 19 tahun tinggal di Jeddah ini.

Sebagai anak ke dua dari 3 bersaudara dan satu-satunya anak yang memiliki kelainan fisik, dia mengungkapkan rasa syukur kepada kedua orangtuanya yang bersabar dan percaya akan kelebihan dirinya. Sehingga Umar mengakui untuk membalas semua kebaikan orang tuanya adalah dengan giat belajar.

“Selama ini kerjaan saya adalah belajar. Terus ketika magang jadi reporter harus pintar bagi waktu,” ungkap Umar. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar