Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Kabupaten Kediri Periksa Dahak Ratusan Santri Queen Al-Falah

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan dahak ratusan santri Ponpes Queen Al Falah di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit tuberculosis (TBC).

Pemeriksaan dini terhadap penderita TBC ini digelar Dinkes Kabupaten Kediri bersama Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur. Para santri diminta untuk berdahak, untuk dilakukan tindakan diagnostik guna mendeteksi adanya bakteri TBC. Dahak tersebut akan diteliti melalui laboratorium.

Sebelum pemeriksaan tersebut, santri diberi penyuluhan tentang penyakit TBC gejala dan cara penularannya. Penyakit TBC tergolong dalam penyakit menular yang banyak menyebabkan kematian dan masalah kesehatan masyarakat.

Indonesia merupakan negara terbesar kedua penderita TBC, setelah India. Sedangkan jawa timur juga menempati rangking kedua terbanyak setelah Jawa Barat.

Sunarta Abdullah, penasihat Pondok Pesantren Queen Al Falah mengatakan, santri dengan tingginya intensitas kegiatan bersama, rentan tertular apabila salah satu diantaranya sakit. selama ini, penyakit yang lazim diderita santri adalah gatal-gatal. Pihak posantren berharap kegiatan tersebut berkesinambungan.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri selama triwulan terakhir, yakni bulan Juli, Agustus dan September tahun 2019, ditemukan 2.035 orang susfect TBC dan 432 diantaranya dinyatakan positif.

Data tersebut terkumpul melalui validasi 37 puskesmas, enam rumah sakit dan empat klinik di Kabupaten Kediri. Penderita TBC positif, harus menjalani pengobatan hingga sembuh selama kurang lebih 6 bulan.

Untuk diketahui, pondok pesantren queen merupakan bagian dari Pondok Pesantren Al Falah dengan jumlah santri sebanyak 9 ribuan orang. Di pondok ini, telah memiliki sebuah poliklinik, tetapi belum mencukupi fasilitas kesehatan bagi keseluruhan santri yang ada. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar