Pendidikan & Kesehatan

Dinkes: Foging Bukan Solusi Pencegahan Basmi Nyamuk Pembawa Virus Dengue

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dr Whenny Dyah P menegaskan bahwa pelaksanaan foging bukan menjadi solusi pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurutnya, pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) harus dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN). Pemberantasan sarang nyamuk pembawa virus dengue inilah yang harus dilakukan sebagai pencegahan.

“Foging bukan upaya pencegahan tapi pemberantasan, sehingga foging tidak efektif jika tidak dilakukan PSN serentak terus menerus,” ungkapnya, Kamis (17/1/2019).

Meski demikian pihaknya mengaku kini sudah melakukan fogging di 20 kecamatan yang tersebar di Bojonegoro karena ada laporan terdapat penderita DBD. Hingga 17 Januari 2019, data yang ada di Dinkes Bojonegoro sudah ada 63 kasus.

Dari jumlah tersebut, dua penderita di Kecamatan Margomulyo dan Kasiman meninggal dunia. Penderita DBD didominasi oleh usia 1 sampai 10 tahun. Diharapkan masyarakat lebih memperbanyak konsumsi nutrisi untuk mencegah penyakit akibat virus dengue tersebut.

Dr Whenny menuturkan, DBD disebabkan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Biasanya jenis nyamuk tersebut menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.

Penularan virus dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. “Virus dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang,” terangnya.

Ia menjelaskan, virus dengue terbagi menjadi empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Ketika seseorang terinfeksi salah satu tipe virus dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan terhadap tipe virus tersebut. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar