Pendidikan & Kesehatan

Dinas Pendidikan Kota Surabaya Diminta Profesional

Whisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya 2015-2020

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Walikota Surabaya meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersikap profesional melayani Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sistem zonasi.

Kekecewaan orang tua wali murid Surabaya harus bisa termediasi dengan baik.”Solusinya dengan menambah rombongan belajar di sekolah-sekolah negeri,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Untuk bisa menggunakan sistem tersebut proses pendaftaran dan seleksi memakai nilai UN. Sehingga siswa-siswa berprestasi bisa bersaing mendaftar di sekolah terbaik. Mantan Anggota DPRD Surabaya ini juga meminta agar wali murid tidak menyudutkan Dinas Pendidikan Surabaya. Pasalnya penerapan sistem zonasi merupakan kebijakan pusat.

Hanya, Ia menilai belum siapnya sistem tersebut. “Karena sistem penerapan ini masih baru. Dan infrastruktur sekolah-sekolah juga butuh waktu untuk persiapan tersebut,” urai Wawali yang akrab disapa WS ini.

Politisi PDI Perjuangan Surabaya ini mengatakan memang untuk wilayah Kota Pahlawan ada penerapan kebijakan lintas zona. Itu dilakukan dengan Tes Pembanding Akademik (TPA) maupun dengan pembanding nilai UN. Namun, adanya kuota PPDB diakui WS tidak hanya terjadi di Surabaya. Melainkan di daerah Jawa lainnya.

Ia berharap agar ada evaluasi dari Kemendikbut terkait hal tersebut. “Ini menjadi momentum bersama untuk instropeksi diri. Kasihan anak-anak calon penerus bangsa menjadi korban,” ujar pria yang mendapat dukungan dan digadang-gadang sebagai pengganti Tri Rismaharini itu. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar