Pendidikan & Kesehatan

Dilantik, Ini Visi dan Misi Rektor Baru ITS

Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hari ini memiliki gawe besar, pasalnya hari ini ITS mengadakan Pelantikan Rektor Baru untuk masa bakti 4 tahun ke depan.

Rektor Baru ITS tersebut adalah Prof  Dr. Ir. Mochammad Ashari, yang merupakan mantan Rektor Universitas Telkom ini pun mengatakan bahwa tidak akan memutuskan mata rantai pengabdian Prof Ir. Joni Hermana MScES PhD, sebagai mantan Rektor, melainkan tugas untuk meneruskan dan memajukan pengabdiannya.

“Saya mengucapkan syukur atas semua ini kepada Tuhan. Kedepannya saya akan melanjutkan cita cita Prof. Joni yang belum tercapai,” ujarnya.

Prof. Ashari pun secara resmi menjadi Rektor ke 12 sejak berdirinya ITS pada tahun 1960 lalu dan menjadi Rektor pertama ITS yang berstatus PTN BH. Ia pun berencana menerapkan pengalamannya dalam mengelola Universitas Telkom selama lima tahun, untuk mengelola ITS yang saat ini statusnya PTN-BH yang diberi otonomi di beberapa bidang.

Di antaranya di bidang keuangan, akademik, dan pengelolaan SDM, yang mana keleluasaannya atas otonomi tersebut hampir sama dengan otonomi yang ada di kampus swasta di mana ia menjabat sebelumnya.

Selain itu misi kedepan lainnya adalah melanjutkan cita-cita ITS yakni mencapai rangking 500 besar World Class University, menjadi kampus dengan pengembangan Inovasi paling baik yang setidaknya akan tercapai pada 2020-2025 nanti.

Selanjutnya, ia juga ingin ke depan, ITS ikut terjun dalam bidang pertambangan di Indonesia, yang menurutnya selama ini belum mendapat perhatian lebih. Kita (ITS, red) punya SDM yang kompeten di bidang pertambangan tersebut, ada jurusan teknik geofisika dan teknik geomatika yang dapat memberikan sumbangsih teknologi dan inovasi di bidang ini, ujar doktor lulusan Curtin University Australia tersebut.

Mengenai langkah nyata yang akan ia utamakan terlebih dahulu ketika sudah resmi menjabat sebagai Rektor ITS nantinya. Ashari mengatakan hal utama yang ingin segera dikerjakan adalah memperbarui laboratorium-laboratorium yang ada di ITS, di mana sebagian besar laboratoriumnya dibangun sejak tahun 1980-an. Karena itu, ia ingin merombak dan lebih memaksimalkannya nantinya.

Sedangkan untuk struktur organisasi di ITS, Ashari mengaku tidak akan melakukan banyak perembokan.
“Untuk 2 bulan ini kita akan tetap pada struktur organisasi yang seperti saat ini. Tapi mungkin setelah itu yang akan diganti adalah wakil rektor. Lainnya bisa digarap secara perlahan,” tambah ayah 2 orang anak ini.

Kebijakan ini pun sejalan dengan pemikiran Rektor ITS saat ini, Prof Joni, ia mengatakan jika mengubah struktur terlalu banyak maka waktu akan terbuang banyak untuk itu.

Terkait semua hal tersebut, Prof Joni menanggapi bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Prof. Ashari sebagai Rektor baru adalah pemenuhan ekspektasi publik terhadap ITS yang dirasa sangat tinggi karena pada hari ini Prof. Joni melihat banyak sekali orang penting yang menghadiri Pelantikan Rektor Baru ITS ini.

“Tantangan berat bukan masalah rangking, karena itu hanya masalah waktu. Tapi adalah begitu besar ekspektasi para mitra untuk ITS.
ITS dirasa sangat mumpuni sangat dihormati oleh mitra. ITS tidak lagi dipandang sebagai universitas yang biasa biasa saja. Prof. Ashari saya rasa mampu dan figur yang cocok untuk mebawah ITS ke arah yang lebih baik lagi,” ungkap Prof. Joni. [adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar