Pendidikan & Kesehatan

Diduga Corona, Warga Banyuwangi Diisolasi Usai Pulang dari Singapura

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang warga Kecamatan Rogojampi dirujuk ke RSUD Blambangan, Banyuwangi setelah menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Islam Fatimah. Kondisi suhu tubuh yang tinggi dan mengeluh sakit tenggorokan membuat pasien ini harus masuk ruang isolali RSUD. Selain itu, menurut riwayat wanita berinisial R (23) ini baru pulang dari liburan di Singapura.

“Berangkat ke Singapura pada 8 Februari kemudian pulang tanggal 12 Februari. Sehari setelah itu dia demam, hingga tanggal 15 Februari dan dirawat di Rumah Sakit Islam Fatimah. Karena panasnya tidak kunjung turun, dia dirujuk di RSUD Blambangan dan masuk di ruang isolasi,” kata Direktur RSUD Blambangan, dr. Indah Sri Lestari dalam konferensi pers di ruang CT-scan rumah sakit setempat, Selasa (18/2/2020).

Rencananya, pasien ini diijinkan pulang setelah menjalani serangkaian perawatan intensif. Dia juga dinyatakan negatif terjangkit covid 19 atau virus corona. “Tapi dia masih akan kita pantau kesehatannya selama 14 hari dihitung mulai dari awal ia masuk di rumah sakit atau sampai tanggal 26 Februari,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan, Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Dwi Prihatiningsih mengatakan, hingga saat ini terdapat 34 nama warga Banyuwangi yang pulang dari luar negeri khususnya dari China, Singapura dan Hongkong. Tapi, dari jumlah itu tinggal lima orang yang saat ini masih dalam pantauan.

“Termasuk keluarga yang saat ini dirawat itu juga dalam pantauan kami, kemarin juga mendapat pemeriksaan. Sebenarnya ada warga yang baru masuk karena mengeluh panas tinggi, dia dari Hongkong tapi memang sudah pulang sebulan lalu. Jadi dia sakit setelah sampai di sini, itu juga kita akan lakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (rin)

Ket : Kasi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Dwi Prihatiningsih (dari kiri), dr. Ririek Parwita Sari Spesialis Paru, Direktur RSUD Blambangan dr. Indah Sri Lestari dan dr. Nelly Mulyaningsih, Spesialis Jantung dan Pembuluh. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar