Pendidikan & Kesehatan

Diare, Jangan Mudah Minum Antibiotik

Universitas Jember, Foto: https://unej.ac.id

Jember (beritajatim.com) – Diare mudah menyerang anak-anak, terutama di lingkungan yang tak terbiasa hidup sehat di daerah perdesaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jika tak berhati-hati dan cepat ditangani, penyakit ini bisa membawa kematian.

“Penyakit diare sering diremehkan. Padahal jika pasien sampai mengalami dehidrasi maka berpotensi membawa kematian,” kata Ferry Fitriya Ayu Andira, salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember, yang meraih medali emas dalam International Conference On Recent Advances in Medical Science di Malaysia.

Persoalannya adalah ada kebiasaan salah kaprah dalam masyarakat. “Masyarakat sering minum obat antibiotik jika terkena diare. Padahal tidak semua penyakit diare harus diobati dengan antibiotik,” kata Fitriya. Kebiasaan minum antibiotik ini justru mengakibatkan resistensi penyakit.

Fitriya bersama dua orang mahasiswa lainnya, Lusiana Sari dan Herlin Karismanigntyas, memilih menyosialisasikan pengobatan herbal untuk mengatasi diare. “Ini mengingat sebenarnya obat untuk diare sudah cukup tersedia di alam Indonesia seperti kunyit, lengkuas, daun jambu biji dan lainnya,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember.

Sosialisasi pembuatan jamu herbal ini dilakukan melalui aplikasi game bernama Komandan H (Kenali dan Obati Masalah Diare Anak Dengan Herbal). Dalam game itu, anak-anak diajak mengenal apa itu penyakit diare, tanda-tanda penyakit diare, cara menangani penyakit diare hingga cara meramu obat herbal untuk penyembuhan penyakit diare.

Game ini mengantarkan mereka meraih medali emas di ajang International Conference On Recent Advances in Medical Science di Malaysia, medio Mei lalu. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar