Pendidikan & Kesehatan

DB Menyerang, Dinkes Banyuwangi Maksimalkan 3M Plus

Banyuwangi (beritajatim.com) –Pemkab Banyuwangi gencar mengimbau warga untuk aktif melakukan tindakan pencegahan penyakit demam berdarah (DB). Apalagi setelah ditemukan 32 warga yang terjangkit DB.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Wiji Lestariono mengatakan penularan DB terjadi karena gigitan nyamuk aedes agepty. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan menghilangkan terjadinya penetasan jentik nyamuk tersebut.

“Lewat gerakan 3M plus yakni menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, tempat penampungan air minum, pot bunga. Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DB,”

“Sedangkan plusnya bisa dengan berbagai pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamun, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya. Ini semua sangat butuh peran aktif dari setiap warga,” ujar dr. Rio, Rabu (12/2/2019).

Dinas Kesehatan, lanjut dr. Rio telah melakukan sosialisasi kepada warga, termasuk melibatkan kader PKK di setiap kelurahan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu di dasawisma masing-masing.

“Kami juga mengintensifkan pemeriksaan jentik berkala oleh petugas puskesmas. Seperti contohnya Puskesmas Kertosari Banyuwangi yang melakukan monitoring cek jentik satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik). Mereka juga melibatkan anak sekolah sebagai jumantik cilik untuk ngecek jentik di sekolah dan di rumahnya masing-masing sebagai salah satu bentuk edukasi,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar