Pendidikan & Kesehatan

Buya Yahya Ajak Umat Ambil Bagian dari Dakwah

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, M Tohir Abd Hamid (kiri) memberikan cinderamata kepada Buya Yahya, usai mengisi materi Ngaji Fiqh al-Da'wah dalam pembukaan Pekan Ngaji 4, Kamis (10/1/2019).

Pamekasan (beritajatim.com) – Buya Yahya Zainal Ma’arif mengajak umat untuk mengambil bagian dari dakwah sebagai upaya terbaik sekaligus menjadi umat termulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal itu disampaikan saat mengisi materi Ngaji Fiqhih al-Da’wah dalam kegiatan Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang akan digelar di halaman madrasah kompleks pesantren di Desa Panaan, Palengaan, Kamis (10/1/2019) malam.

“Siapapun yang ingin menjadi umat terbaik, harus mengambil bagian dari dakwah. Siapapapun, bukan hanya ustadz saja. Makanya dalam Alquran disebut ‘Kuntum khairu ummatin‘, kalian semua umat terbaik,” kata Buya Yahya Zainal Ma’arif.

Public Figure yang akrab disapa Buya Yahya tersebut juga diplot mengisi materi dengan tema ‘Urgensi Generasi Shalih dan Muslih’. Juga menyampaikan sekilas makna dari salah satu ayat yang tertuang dalam QS. Ali Imron, Ayat 110.

“Dalam ayat ini memberi tanda sebagai identitas khaira ummah adalah beramar ma’aruf (perintah berbuat baik), nahyi anil mungkar (mencegah dari yang jahat atau mungkar) dan beriman kepada Allah. Artinya bahwa amar ma’ruf nahi munkar tanpa iman tidak ada artinya bagi Allah SWT, sederhananya dakwah membawa umat semakin dekat kepada Allah,” ungkapnya.

Sosok khaira ummah di era modern ini sangat dibutuhkan kehadiran mereka untuk menciptakan kebaikan bersama (al-masalih al-ummah). Sebab kejahatan yang timbul dewasa ini nayris sempurna dalam semua lini kehidupan. “Hanya manusia unggul (khairah ummah) sajalah yang dapat menciptakan perubahan tersebut melalui gerakan dakwah amar ma’ruf, nahi mungkar,” imbuhnya.

“Dalam konteks ini isebut khaira ummah merupakan manusia elit dakwah yang bisa membersikan kotoran masyarakat dengan perilaku unggul melalui keteladanan, mereka dihadirkan secara khusus membawa misi dakwah untuk manusia, mereka terpanggil melakukan misi tersebut yang seharusnya bersama kita,” sambung Buya Yahya.

Hanya saja khairah ummah terbilang sangat sedikit di antara kebanyakan manusia, karena hari-hari kehidupannya hanya sekedar mengurus kepentingan diri dan keluarga saja tanpa peduli pada kepentingan umat. “Mereka cukup puas menikmati amal shalih untuk kepentingan pribadi dan sepertinya sedang bermimpi untuk masuk syurga dengan mengumpulkan amal shalih pribadinya,” jelasnya.

“Padahal itu saja saja tidak cukup, kecuali juga kebaikan untuk umat dari mereka. Hal-hal seperti ini sering dilewatkan dengan tingkat kesengajaan yang tinggi, alias acuh dengan urusan umat. Mungkin mereka sudah tersihir dengan heqemoni dunia, hedonisme yang melampaui batas atau bahkan hati mereka sedang tertutup,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya mengajak seluruh umat bahwa khairu ummah merupakan keharusan yang harus dilakukan melalui bidang masing-masing. “Pada dasarnya seluruh aktivitas hidup kita harus pula bermuatan dakwah untuk pencerahan dan pencerdasan umat menuju kemajuan yang beradab secara totalitas,” ajaknya.

“Sekalipun tidak semua orang mau melakukan karena kepentingan yang berbeda, akan tetapi yang pasti adalah menjadi khaira ummah itu suatu kepribadian yang mulia dan pekerjaan untuk meraih khaira ummah juga termasuk pekerjaan yang mulia pula,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar