Pendidikan & Kesehatan

BPBD Semprot Disinfektan Ponpes Al-Falah Ploso Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona atau COVID-19 Kabupaten Kediri melakukan upaya pencegahan melalui penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum dan tempat berkumpul warga. Kali ini berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso di Kecamatan Mojo.

Petugas menyasar tempat-tempat pertemuan para santri, ruang kamar tidur, kamar mandi, pagar serta pegangan pintu.  Penyemprotan cairan anti kuman penyakit ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan cara memutus mata rantainya. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan simulasi cara mencuci tangan yang benar kepada para santri.

Mohammad Saifudin Zuhri, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri mengungkapkan, lingkungan pesantren menjadi perhatian khusus, karena menjadi tempat singgah warga dari luar daerah.

“Ini bagian dari upaya pencegahan dan antisipasi Corona. Kami melakukan penyemprotan pada fasum-fasum dan juga pesantren yang bersentuhan dengan masyarakat luar Kabupaten Kediri. Sebab, virus ini sangat cepat menyebar. Sehingga kita lakukan pemutusan mata rantainya,” kata M. Siafudin Zuhri.

Sebagai pelaksanan harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, BPBD mendapatkan amanah untuk melakukan penyemprotan di fasilitas umum. Sebelumnya, BPBD telah melakukan hal sama di instansi pelayanan masyarakat, pasar dan tempat-tempat ibadah.

Penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan Pemkab Kediri ini mendapatkan tanggapan positif dari pihak Ponpes Al-Falah Ploso. Pihak pesantren berterima kasih dengan langkah antisipatif serta kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warganya.

“Hal yang sudah kami lakukan yaitu, pembatasan interaksi dengan pihak luar dengan cara penutupan terhadap tamu. Saat ini kami tidak mengizinkan tamu juga wali santri. Pengiriman uang kepada santri dilakukan via transfer,” kata Bustamin Imron, pengurus Pondok Pesantren Al Falah Putri.

Pihak pesantren memastikan kegiatan belajar mengajar tidak berubah. Hanya saja, santri mendapat materi tambahan yaitu, olahraga pagi berupa senam dan doa-doa dalam kegiatan istighosah setiap hari. Mereka berdoa untuk keselamatan diri sendiri, keluarga dan Bangsa Indonesia dari wabah virus Corona.

Untuk diketahui, Al Falah merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di Kediri, setelah Lirboyo. Saat ini jumlah santrinya telah mencapai 9 ribu orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di tanah air. [adv kominfo/nm].

Apa Reaksi Anda?

Komentar