Pendidikan & Kesehatan

Bentuk Sinergi Indonesia-Malaysia dalam Kerja Sama UNAIR-Unisza Malaysia

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) terus membangun sinergitas yang baik dengan berbagai kampus dari luar negeri. Kali ini Unair menggandeng Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza), Malaysia dengan menggelar seminar internasional bertajuk ‘Conference Booklet the 5th Indonesia-Malaysia Students Seminar On International Relations’ di Ruang A. Adisukadana FISIP Kampus B Unair, Jalan Airlangga 4-6, Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Dosen Fakultas Hukum dan Hubungan Internasional Unisza, Suyatno Ladiqi Ph.D menyambut baik hubungan kerjasama antara Unair dan Unisza. Ia mengatakan, kerjasama yang telah berlangsung sejak 2016 lalu ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

“Ditengah isu konflik yang ramai dibicarakan di media, kami ingin menjembatani perbedaan yang ada dan menemukan persamaan yang ada,” jelas Yatno sapaan akrabnya.

Selain itu, dalam kerjasama ini ia ingin membangun hubungan yang semakin baik antara Unair dan Unisza agar para civitas akademika dari kedua kampus dapat saling meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dari lintas kampus.

“Ingin membangun hubungan yang sinergis antara Unair dan Unisza untuk saling mengisi kemampuan mahasiwa dalam mendapatkan pengetahuan di luar kelas,” tuturnya.

Suyatno Ladiqi Ph.D

Dalam kerjasama kali ini, terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan di Surabaya. Diantaranya adalah seminar, kuliah bersama, pengabdian masyarakat dengan melakukan penanaman pohon bakau di kawasan ekowisata Mangrove, Wonorejo, dan membuat kompilasi karya presentasi mahasiswa.

Yatno yang juga menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan seminar menjelaskan tentang bagaimana kekalahan partai politik di Malaysia yang sudah lama berkuasa dan proses pembuatan partai politik di Malaysia dengan berbasis etnik.

“Kalau orang melayu buat partai politik melayu, kalau orang cina buat partai cina, orang india juga sama, jadi politik base on ras,” pungkasnya. (ifw/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar