Pendidikan & Kesehatan

Belum Maksimal Angkut Pelajar, ACS Efektif Tekan Laka Lantas

Ponorogo (beritajatim.com) – Program angkutan cerdas sekolah (ACS) sudah berjalan selama 3 tahun. Selama itu dana yang dianggarkan oleh Pemkab selalu naik setiap tahunnya. Dari awal tahun 2017 dikucurkan dana Rp 800 juta, hingga tahun 2019 ini meningkat di angka Rp 1,4 miliar.

”Program ACS ini berhasil dan menjadi layanan inovatif di Ponorogo. Maka tidak heran jika kucuran dananya meningkatkan, karena untuk meningkatkan pelayanan,” kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaidi, Jumat (15/11/2019).

Saat ini, kata Djunaedi ada 43 armada ACS. Terdiri dari 16 kendaraan di dalam kota, 6 mini bus, 2 mobil pengangkut umum (MPU). Dan sisanya merupakan angkota desa (angkodes). Selain wilayah perkotaan, ACS baru tersebar di 9 kecamatan. Yakni, Kecamatan Sooko, Pulung, Jenangan, Sawoo, Bungkal, Sukorejo, Sampung, Balong dan Slahung.

‘’Sekarang ini jumlah trayeknya ada 26,” katanya.

Jumlah trayek tersebut, kata Djunaedi belum mengakomodir pelajar SMP di Ponorogo, yang berjumlah 4.500 siswa. Jika diprosentasekan baru mengcover 12 persen. Belum menyentuh angka ideal, yakni di angka 30 persen. Dan untuk mencapai prosentase ideal itu sedikitnya menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

”Saat ini setiap harinya ACS mengangkut 600 pelajar,” katanya.

Meski masih 12 persen, Dishub mengklaim program ACS berhasil menekan angka laka lantas anak di bawah umur. Ini adalah bagian dari salah satu tujuan dirilisnya ACS, selain bertujuan untuk mengurangi beban arus lalu lintas kendaraan di jam-jam padat.

”Terhitung dari Januari sampai Juli 2019 lalu. Hasilnya, hanya 9 pelajar yang alami laka di jam-jam ACS beroperasi, semuanya luka ringan,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar