Pendidikan & Kesehatan

Belum Dapat PIN PPDB, Ratusan Wali Murid Panik

Jombang (beritajatim.com) – Ratusan wali murid yang mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP diliputi kepanikan, Rabu (19/6/2019). Pasalnya, hingga hari mereka belum mendapatkan PIN untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).

Apalagi, hari ini merupakan terakhir bagi calon peserta didik baru tingkat SMP di Jombang, untuk mengambil PIN tersebut sebagai syarat utama mendaftar di sekolah yang diinginkan. Sesuai rencana panitia PPDB online akan menutup pengambilan PIN pada pukul 14.00 waktu sistem.

Salah satu kendala yang paling banyak dikeluhkan adalah data kependudukan yang tidak sesuai. Sehingga nama mereka tidak muncul dan tidak bisa diinput dalam database. Oleh pihak sekolah, para wali murid disarankan melakukan perbaikan data terlebih dulu ke Dinas Pendidikan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Persoalan yang paling banyak dijumpai yakni penulisan nama dan huruf dalam akta kelahiran maupun ijazah calon siswa yang tidak sama dengan KK (Kartu Keluarga) yang mereka bawa,” ujar sekretaris panitia PPDB online, Agus Suryo Handoko.

Agus menjelaskan, keluhan terbanyak yang diterima adalah data yang tidak sinkron dengan database kependudukan. Dia memastikan akan tetap menyelesaikan proses pengambilan pin bagi calon pendaftar sepanjang wali murid atau siswa sudah mengambil nomor antrean di sekolah.

“Mengenai banyaknya kekeliruan data, kami sudah melakukan koordinasi dengan Dispenduk Capil setempat untuk memfasilitasi masyarakat atau calon siswa yang membutuhkan upaya perbaikan ini. Sesuai prosedur pengambilan pin ditutup hari ini hingga pukul 14.00 waktu sistem,” kata Agus.

Sementara itu salah satu wali murid, Veny, mengatakan, dirinya berniat mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 1 Jombang. Namun demikian, karena ada kesalahan, Veny terpaksa harus melakukan perbaikan data kependudukannya setelah nama anaknya tidak sesuai dengan akta kelahiran.

“Kalau memang gagal mendaftar di SMP Negeri dan terpaksa harus bersekolah di swasta. Karena berkas anak saya ada yang belum lengkap. Yakni, belum ada kesesuaian antara KK dan akta kelahiran. Makanya tadi disuruh ke Dinas Pendidikan untuk perbaikan,” ujar warga Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar