Pendidikan & Kesehatan

Bayi Kembar Tiga Lahir di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Rasa syukur tidak henti-hentinya diucapkan oleh pasangan suami istri (pasutri) Eka Dwi Purwati dan Rusdianto. Pasutri asal Desa Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun itu baru saja melahirkan bayi kembar tiga.

Proses persalinan di jalani di sebuah klinik di Ponorogo. Lantaran prematur, ketiga bayi dilarikan ke RSUD Dr. Harjono untuk mendapatkan perawatan intensif. Rona perasaan bahagia terpancar dari matanya, saat menceritakan perjuangan kehamilan mengandung anak ke empat, lima, dan enam tersebut. “Saat periksa kandungan pertama, dokter bilang janinnya kembar dua,” katanya saat ditemui di RSUD dr. Harjono, Senin (25/2/2019).

Awalnya dia tidak menyangka bakal kembar tiga. Pada pemeriksaan berikutnya, barulah dia mengetahui bahwa janin yang ada dalam kandungannya ada tiga. Namun, dokter belum dapat mengetahui jenis kelamin ketiga bayi tersebut. “Setelah mengetahui kembar tiga. Kami mulai mempersiapkan biaya dan berdoa terus menerus supaya kelak bayi dan ibunya selamat,” katanya.

Eka menyebut kelahiran kembar tiga ini, ada gen dari sang nenek. Sang paman juga kembar, tapi dua. Memasuki usia kandungan 32 minggu atau delapan bulan, perut Eka semakin sakit dan terasa berat. Dia merasa ingin sekali buang air kecil.

Tapi setelah dicium baunya amis. Rupanya bukan air seni yang dia keluarkan, melainkan air ketuban yang pecah. Rusdianto bergegas membawa istrinya ke dokter spesialis kandungan di Ponorogo. Saat itu tensi darah Eka juga terbilang tinggi mencapai 220/180 mmHg. Dokter mengambil tindakan operasi sectio caesaria (SC). “Alhamdulillah, lahir dengan selamat, dan berjenis kelamin laki-laki semua,” kata ibu yang berusia 41 tahun ini.

Bayi-bayi itu diberi nama Damar Setiaji, Danu Setiaji, dan Dani Setiaji. Masing-masing memiliki berat badan 1,6; 1,6; dan 1,2 kilogram dengan tinggi badan 42 sentimeter. Namun Eka tidak bisa langsung menggendong ketiga buah hatinya, karena harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Harjono, Ponorogo.

“Alhamdulillah, perkembangan pertumbuhannya baik. Dua atau tiga hari lagi bisa dibawa pulang ke rumah,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar