Pendidikan & Kesehatan

Banyak Sekolah Libur Karena Kabut Asap, Mendikbud Sarankan Guru Beri Tugas

Malang (beritajatim.com) – Kabut asap menyelimuti beberapa daerah di Indonesia. Diantaranya di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Sumatera Utara, Riau. Dampak dari kabut asap itu, membuat banyak sekolah diliburkan. Alasannya menghindari dampak buruk akibat kabut asap bagi siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menyadari kabut asap dikhawatirkan menggangu proses belajar mengajar. Dia memaklumi bila sekolah meliburkan siswanya dengan alasan kesehatan.

Namun, dia meminta proses belajar mengajar jangan sampai berhenti. Solusinya adalah dengan memberikan tugas harian ke para siswa. Guru diminta menyusun jadwal belajar di rumah, guru juga diwajibkan memantau aktivitas siswa di rumah melalui pemberian tugas itu.

“Kalau libur tidak masuk sekolah silahkan bila itu dianggap solusi terbaik untuk menghindari dampak kabut asap. Tapi bukan berarti segela proses belajarnya berhenti. Jadi guru harus tetap perhatian mulai dari pemberian tugas dan memantau aktivitas siswa di rumah bahkan sampai pada evaluasinya,” ujar Muhadjir di Malang, Senin, (16/9/2019).

Muhadjir meminta guru menyikapi musibah kabut asap dengan cara yang positif. Guru harus kreatif dalam menyusun jadwal belajar. Misalnya, tetap menyuruh siswa masuk sekolah tapi dengan memangkas jam belajar siswa. Artinya, siswa mengerjakan tugas di rumah namun melaporkan tugasnya di sekolah.

“Caranya memberikan tugas kemudian nanti ada penilaian. Bisa kan datang ke Sekolah satu sampai dua jam saja untuk menyerahkan tugas sekolah kemudian balik ke rumah. Intinya pesan saya jangan kabut asap ini disikapi dengan negatif anggap saja sebagai cobaan,” tandas Muhadjir. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar