Pendidikan & Kesehatan

Bantu Dinkes, TNI-Polri ‘Perang’ Lawan DBD

Serma TNI Muluono dari Babinsa Koramil 0817/05 Gresik Kota (kanan) bersama petugas Puskesmas Industri membagikan Abate kepada Warga. Foto/Deni

Gresik (beritajatim.com) – Guna mengurangi penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aygepti, jajaran Polsek dan Koramil, Cerme Gresik menerjunkan anggotanya di lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, anggota Babinkamtibmas serta Babinsa juga membagikan abate ke rumah warga.

“Di Desa Ngabetan, Cerme, petugas puskesmas serta Koramil dan Polsek ikut membantu membagikan abate. Masalahnya, di sana memang banyak yang terdiagnosa demam berdarah,” tutur Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh, Jumat (11/1/2019).

Selain melakukan pembagian abate di Kecamatan Cerme. Hal yang sama juga dilakukan di Puskesmas Industri, tepatnya di Kelurahan Tlogopatut, Gresik.

Petugas P2P Puskesmas Industri Padianto mengatakan, pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Yakni sebelum ada warga yang terkena gigitan. Terlebih lagi, dengan edukasi penerapan 3M Plus serta pembagian abate ini bisa mencegah terjadinya wabah.

“Abate ini bisa bertahan tiga bulan. Kami minta juga kader jumantiknya untuk terus mengedukasi warganya,” ungkapnya.

Cara penggunannya lanjut Padianto, abate ini dibungkus dengan kain. Kemudian ditaruh pada bak mandi. Lalu dibiarkan. Abate tersebut tidak berbahaya.

Sementara Babinsa Koramil 0817/05 Serma Mulyo menyatakan, musim seperti ini memang rentan terkena gigitan nyamuk. Oleh sebab itu, pihaknya ingin ikut serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Untuk mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk DB. Ini yang harusnya diatasi. Yakni dengan melakukan 3M Plus dan diberi obat abate,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar