Pendidikan & Kesehatan

Balai Bahasa Jawa Timur Sebarkan Kecintaan Literasi ke Tulungagung

Surabaya (beritajatim.com) – Balai Bahasa Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung menggelar acara Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Aula Dindikpora pada 9 April 2019. Acara dihadiri 100 orang penggiat dan penggerak literasi dari kalangan guru, aktivis literasi, penulis, pemuda, sastrawan dan seniman.

Tujuan acara tersebut adalah menyebarkan ide dan gagasan terkait dengan betapa penting literasi terhadap berbagai elemen masyarakat dalam era 4.0. Diharapkan masyarakat dapat bersama-sama menyukseskan Gerakan Literasi Nasional dalam menyongsong perkembangan zaman.

“Acara ini adalah rangkaian dari koordinasi, diseminasi dan bimbingan teknis literasi, agar kita dapat merumuskan formula literasi yang tepat sesuai potensi daerah dan perkembangan kekinian,” tutur Drs. Mustakim, M.Hum., kepala Balai Bahasa Jawa Timur.

Mustakim berharap kegiatan ini dapat memicu kecintaan masyarakat terhadap literasi. Dari sini, dapat menjadikan masyakarat gemar membaca, menulis dan memiliki kesadaran literasi tinggi, sehingga tidak gagap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap memiliki jati diri. Selain ini, diharapkan lahir penulis-penulis dari Tulungagung yang bermutu. Karya-karyanya mencerminkan kearifan dan kekayaan lokal yang kaya dan melimpah

“Siapa tahu, nanti muncul penulis hebat dari Tulungagung di kancah nasional dan dunia,” papar Mustakim.

Sementara itu, Drs. Hariyo Dewanto W., sekretaris Dindikpora Tulungagung menjelaskan, kegiatan tersebut penting. Pasalnya, kesadaran literasi di kalangan masyarakat masih kurang. Dia berharap acara ini terus sinambung dan berkelanjutan.

“Acara ini penting bagi kita, agar kita dapat mengambil pelajaran dan inspirasi untuk terus menggerakkan literasi ke depan,” tutur pria yang karib disapa Pak Yoyok.

Diseminasi GLN tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Drs Mustakim, M.Hum yang memaparkan peta jalan literasi di Jawa Timur, dan guru besar Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, yang menjelaskan literasi sebagai episentrum kebudayaan dan peradaban. Hal itu sesuai dengan tema kegiatan yaitu “Literasi sebagai Episentrum Peradaban”.

“Silahkan memaknai episentrum itu sebagai sumber, poros atau pusat gerakan. Yang jelas, sejak dulu, literasi adalah sumber penggerak kebudayaan dan peradaban. Posisinya semakin penting di era kini, di kalangan generasi milenial. Generasi ini memiliki karakter yang berbeda dengan kita,” tutut Prof Djoko.

Selain acara inti, acara ini diisi dengan pembacaan puisi oleh Muslih Marju (Malam Sastra Tulungagung), Ardi Susanti (aktivis literasi dan guru SMA 1 Tulungagung), dan AF Tuasikal (Balai Bahasa Jawa Timur). Adapun peserta acara berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru TK, SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP, MGMP Bahasa Indonesia SMA, MGMP Bahasa Indonesia SMK, MGMP Bahasa Jawa, Kelompok Guru Penggerak Literasi, Pena Ananda Club, Malam Sastra Tulungagung, STKIP PGRI Tulungagung, IAIN Tulungagung, Sanggar Triwidha, Sanggar Gedang Godhog, Dewan Kesenian Kabupaten Tulungagung, Lesbumi, hingga pemuda dan karang taruna.

“Kami memang menghadirkan banyak elemen masyarakat, karena Gerakan Literasi Nasional itu meliputi literasi sekolah, literasi keluarga, dan literasi masyarakat. Mudah-mudahan acara ini dapat memberi masukan pada kawan-kawan di Tulungagung, dan berkah,” tutur ketua panitia, Mashuri.

Salah satu peserta, Imam Ghozali dari Dewan Kesenian Tulungagung mengaku sangat terkesan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber. Seniman lukis sekaligus penyuka motor gede itu berharap program serupa bisa diadakan rutin di Tulungagung.

“Kita mendapatkan banyak pengetahuan. Tentang sastra dan penulisan. Ini tentu sangat baik bagi generasi muda di Tulungagung,” ujar pria berambut keriting ini. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar