Pendidikan & Kesehatan

Bahaya Antibiotik pada Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Dr. Erwin Astha Triyono, dr., SpPD.

Surabaya (beritajatim.com) – Di musim penghujan, banyak orang yang rentan terserang influenza dan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengkonsumsi obat flu disertai antibiotik. Padahal penggunaan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus termasuk influenza tidaklah dianjurkan.

Penyakit yang disebabkan oleh virus termasuk influenza memanglah tidak semestinya diobati dengan antibiotik begitu yang katakan oleh Dr. Erwin Astha Triyono, dr., SpPD. spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi RSUD dr Soetomo Surabaya kepada beritajatim.com (7/1/2019).

“Antibiotik digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri tujuannya untuk menekan dan membunuh bakteri. Namun virus tidak bisa dibunuh dengan antibiotik. Virus bisa ditanggulangi dengan daya tahan tubuh pasien itu sendiri. Sedangkan antibiotik hanya bisa membunuh bakteri yang sensitif dengan antibiotik tersebut,” jelasnya.

Dr. Erwin pun mengatakan bahwa penggunaan antibiotik yang salah, seperti tidak diminum sampai habis bisa menyebabkan kebal terhadap antibiotik (resistensi antibioti) sehingga jika terserang sakit yang serupa akan sulit diobati. Faktanya, menurut FAO (Food and Agriculture Organization) mengatakan bahwa hampir 80 persen bakteri di dunia sudah resisten antibiotik, salah satu penyebab adalah masih banyaknya dokter yang meresepkan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus.

“Ini yg menjadi penekanan, supaya dokter maupun masyarakat menghindari penggunaan antibiotik untuk penyakit yangg disebabkan karena virus,” tegas dr. Erwin.

Dokter yang sekaligus berprofesi sebagai tim PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antibiotik) ini pun berupaya untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat dan vaksinasi influenza supaya tubuh lebih resisten terhadap influenza.

“Jika sering terkena flu lebih baik untuk melakukan vaksinasi influenza dan vaksinasi ini pun dapat dilakukan untuk segala usia,” ujarnya.

Untuk itu individu yg berisiko tinggi dimana imunitas atau kekebalan rendah (pasien usia lanjut, anak2, penyakit kronis) jika terserang influenza maka dianjurkan melakukan vaksinasi supaya terbentuk kekebalan terhadap virus influenza tersebut sehingga tidak mudah sakit.

Dr. Erwin menambahkan bahwa saat ini vaksinasi influenza memang masih dianggap pilihan. Biasanya yang membutuhkan adalah jamaah haji dan individu yang akan berpergian ke luar negeri. Di RSUD dr Soetomo Surabaya pun vaksinasi influenza ini termasuk kebijakan untuk rekomendasi akreditasi JCI (Join Commission International).

Sebagai tim PPRA, Dr. Erwin mengaku sosialisasi vaksinasi influenza sudah rutin diberikan dalam bentuk kegiatan “Antibiotik Awareness Week” tiap tahun pada bulan November yang melibatkan tenaga medis maupun masyarakat.

“Termasuk kita sudah masukkan dalam standar akreditasi SNARS atau KARS sehingga setiap institusi kesehatan harus menerapkan program PPRA,” pungkasnya alumni FK Unair angkatan 1988 ini. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar