Pendidikan & Kesehatan

Asepek P2M Miliki Bobot Tertinggi dalam 9 Instrumen Akreditasi PT

Pamekasan (beritajatim.com) – Aspek penelitian dan pengabdian masyarakat (P2M) memiliki bobot nilai tertinggi dalam sembilan instrumen akreditasi perguruan tinggi yang mulai diterapkan pada 2019. Bahkan bobot penilaian dari dua aspek tersebut mencapai angka 5,82.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Moh Mahfud pasca mengikuti Bimtek Pendampingan Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 9 Kriteria yang digelar Forum Pimpinan PTKIS di lingkungan Kopertais Wilayah IV Surabaya, di IAIN Qomaruddin Gresik, Jum’at hingga Sabtu (19-20/7/2019).

“Kedepan, tercatat ada 9 instrumen akreditasi perguruan tinggi yang harus kita penuhi. Salah satu nilai paling tinggi berada di aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang harus dilakukan para dosen,” kata Moh Mahfud kepada beritajatim.com.

Penetapan tersebut berdasar regulasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang mulai diterapkan pada tahun ini. “Jadi sebelum adanya sembilan kriteria ini, tercatat hanya tujuh (7) kreteria yang harus disiapkan perguruan tinggi ketika proses akreditasi. Namun untuk tahun ini sudah harus mengacu pada regulasi baru,” ungkapnya.

“Dari itu kami berharap nantinya LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) segera menyiapkan berbagai instrumen sesuai dengan regulasi BAN-PT, hal ini tentunya bakal menjadi tugas berat sekaligus tantangan untuk meningkatkan aspek penelitian dan pengabdian dosen kedepan,” jelas Mahfud.

Sementara Sekretaris LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan, Abd Ghaffar menyampaikan regulasi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk meningkatkan motivasi dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. “Melalui regulasi ini, kita harus meningkatkan kapasitas kinerja para dosen, khususnya dalam merealisasikan nilai tri dharma perguruan tinggi,” jelasnya.

“Jadi kedepan harus meningkatkan aspek publikasi dan penelitian, LP2M harus mampu memberikan penyadaran kepada para dosen khususnya dosen tetap. Dan kami optimistis dapat meningkatkan nalar akademik dengan memanfaatkan jurnal internal, regional dan bahkan skala nasional hingga internasional,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar